Mata Lokal Memilih

Gegara Dukung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024, Tokoh Senior PDIP Ini Dapat Peringatan Keras

Sanksi keras diberikan kepada Rudy karena tokoh senior PDIP ini secara terbuka menyatakan mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024

Editor: Dwi Sudarlan
instagram @ganjar_pranowo
Foto Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) melakukan salam adu banteng dengan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo. Gegara mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024, Hadi Rudyatmo mendapat sanksi keras dari DPP PDIP. 

TRIBUNKALTENG.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali menjatuhkan sanksi akibat tindakan kader terkait Capres 2023.

Setelah anggota Dewan Kolonel (kader PDIP pendukung Puan Maharani) dan Bupati Jateng Ganjar, DPP PDIP menjatuhkan sanksi keras berupa peringatan terhadap FX Hadi Rudyatmo.

Hadi Rudyatmo adalah ketua DPC PDIP Solo, Jawa Tengah dan mantan wali kota Solo.

Rudy, sapaan akrab Hadi Rudyatmo, juga pernah menjabat wakil wali kota semasa Joko Widodo (Jokowi) menjadi wali Kota Solo.

Baca juga: Survei Litbang Kompas, Soal Capres Pemilih NasDem Lebih Dukung Ganjar dan Prabowo Ketimbang Anies

Baca juga: Usai Dapat Sanksi dari PDIP, Ganjar Pranowo Langsung Bicara Inflasi, Stunting dan Masalah Pangan

Baca juga: Hari Ini Ganjar Pranowo Dipanggil PDIP, PPP Kalsel Deklarasi Dukungan Jadi Capres 2024

Sanksi keras diberikan kepada Rudy karena tokoh senior PDIP ini secara terbuka menyatakan mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024.

Menurut Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun, Rudy telah melanggar keputusan Kongres V PDIP karena bicara soal Capres 2024 yang menjadi hak prerogatif Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 

"Setelah dilakukan klarifikasi tadi, saudara Rudy dinyatakan melanggar keputusan Kongres yang telah diputuskan bahwa semua menyangkut calon presiden dan wakil presiden adalah kewenangan ibu Megawati Soekarnoputri, seluruh kader tertib, tanpa kecuali," kata Komarudin saat konferensi pers di kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Komarudin Watubun mengatakan, meskipun tokoh atau kader senior PDIP, Rudy tetap menerima sanksi yang berat karena melanggar Kongres.

Klarifikasi tertutup terhadap tindakan Rudy berlangsung sekira 1,5 jam di kantor DPP PDIP Jakarta.

Usai klarifikasi, Komarudin Watubun menyerahkan surat keputusan terkait sanksi itu kepada Rudy.

Sebelumnya, FX Rudy menyebut, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, "laku" untuk Pilpres 2024.

Pasalnya, menurutnya, sejumlah partai telah menyatakan dukungannya kepada Ganjar sebagai Capres 2024, seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan beberapa parpol di tingkat daerah.

"Artinya, kader PDIP "laku dijual". Ganjar dicalonkan berarti kader itu bagus kan. Bukan hanya bagi internal (PDIP) saja, eksternal juga, ada PAN juga," kata Rudy, Selasa (18/10/2022).

Rudy mengatakan, dukungan dari partai lain tidak seharusnya diartikan sebagai pembajakan kader PDIP, sebab hal itu justru menunjukkan bahwa kinerja Ganjar Pranowo dinilai baik.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved