Mengenal Sisik Trenggiling, Diyakini Mampu Jadi Obat Kuat, Lancarkan ASI dan Atasi Radang Sendi
Penyelundupan sisik trenggiling masih sering terjadi di Indonesia, sebenarnya apa manfaatnya sehingga hewan itu banyak diburu?
Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan larva.
Bahkan, trenggiling juga disebut 'pemakan semut bersisik'.
Trenggiling juga tidak mempunyai gigi.
Hewan ini tidak mengunyah makanannya, melainkan langsung menelan dan mengolahnya di perut.
Di dalam perut, makanan itu akan diolah menggunakan kerikil yang sengaja ditelan untuk membantu mengolah makanannya.

Dikutip dari bobo.grid.id, sisik yang keras dari trenggiling membuat hewan yang biasa melingkarkan badannya ini terlindungi dari serangan predator.
Saat merasa terancam, trenggiling akan menggulung tubuhnya seperti bola dan mengeluarkan cairan yang bau dari kelenjar dasar ekornya.
Sayangnya, sisik yang keras ini membuat trenggiling banyak diburu oleh manusia karena diyakini memiliki manfaat sebagai obat.
Saat ini trenggiling merupakan spesies yang dilindungi secara nasional maupun internasional.
Spesies Trenggiling
Seperti diwartakan Tribunnews.com, ada delapan spesies trenggiling yang ada di dunia.
Spesies tersebut terbagi di dua benua, Asia dan Afrika.
Berikut spesies-spesiesnya:
1. Manis Pentadactyla (China);
2. Manis Javanica (Sunda);
3. Manis Crassicaudata (India);
4. Manis Culionensis (Filipina;
5. Phataginus Tetradactyla (Trenggiling berperut hitam);
6. Phataginus Tricuspis (Trenggiling berperut putih);
7. Smutsia Gigantea (Trenggiling tanah raksasa);
8. Smutsia Temminckii (Trenggiling tanah Temminck). (*)