Mengenal Sisik Trenggiling, Diyakini Mampu Jadi Obat Kuat, Lancarkan ASI dan Atasi Radang Sendi

Penyelundupan sisik trenggiling masih sering terjadi di Indonesia, sebenarnya apa manfaatnya sehingga hewan itu banyak diburu?

Editor: Dwi Sudarlan
faturahman/tribunkalteng.com
Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah menggagalkan pengiriman sisik trenggiling ke luar negeri, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COMPenyelundupan sisik trenggiling masih sering terjadi di Indonesia, sebenarnya apa manfaatnya sehingga hewan itu banyak diburu?

Penyelundupan sisik trenggiling tidak hanya terjadi di leve negara tetapi sudah antarnegara.

Seperti dilansir nationalgeographic.grid.id, sisik trenggiling terbuat dari keratin, seperti yang dimiliki kuku manusia.

Keratin menjadi salah satu kandungan obat-obatan tradisional Cina.

Baca juga: NEWS VIDEO, Polda Kalteng Gagalkan Pengiriman 20,64 Kilogram Sisik Trenggiling ke Luar Negeri

Baca juga: Ditreskrimsus Polda Kalteng Tangkap 4 Panadah Perdagangan 20,64 Kilogram Sisik Trenggiling

Baca juga: Kedapatan Jual Trenggiling Lelaki Ini Diamankan Petugas Polda Kalsel

Konon sisik trenggiling yang mengandung keratin tersebut bisa menyebuhkan radang sendi, meningkatkan produksi ASI (Air Susu Ibu), dan menjadi obat kuat untuk laki-laki.

Namun, tidak ada riset ilmiah yang mendukung kepercayaan ini.

“(Sisik trenggiling) Menjadi bagian dari budaya mereka dan digunakan dalam lebih dari 60 produk herbal Tiongkok sebagai obat,” kata Prof. Ray Jansen dari African Pangolin Working Group, beberapa waktu lalu.

Kelompok tersebut mencatat setiap tahun ada ratusan ribu ton sisik trenggiling yang diperdagangkan secara ilegal.

Tragisnya, Indonesia termasuk sepuluh negara teratas yang terlibat dalam perdagangan tersebut.

Akibatnya, Indonesia kehilangan hingga sepuluh ributrenggiling setiap tahunnya, termasuk Trenggiling Sunda (Manis javanica) yang terancam punah.

“Ini merupakan peringatan bahwa satwa Indonesia diburu dalam skala komersial untuk memenuhi permintaan global perdagangan ilegal,” kata Kanitha Krishnasamy, Direktur Traffic Asia Tenggara.

Hewan trenggiling merupakan spesies mamalia yang hidup di malam hari.

Dia hidup di daerah tropis maupun subtropis.

Karena mempunyai sisik, trenggiling juga sering dikira reptil oleh mereka yang tidak begitu mengenalnya.

Mengutip Kompas.com, trenggiling adalah satu-satunya mamalia yang seluruh tubuhnya ditutup sisik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved