Berita Kotim

Stok Darah PMI Kotim Mengkhawatirkan, Hanya Cukup 2 Hari Memenuhi Kebutuhan Pasien RS

Stok Darah PMI Kotim Mengkhawatirkan, diperkirakan hanya cukup dua hari memenuhi kebutuhan rumah sakit (RS), sehingga perlu lebih banyak pendonor.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
tribunkalteng.com / devita maulina
Stok Darah PMI Kotim Mengkhawatirkan, diperkirakan hanya cukup dua hari memenuhi kebutuhan rumah sakit (RS), sehingga perlu lebih banyak pendonor. Seorang warga mendonorkan darahnya melalui PMI Kotim untuk membantu orang yang membutuhkan transfusi darah. Kegiatan ini dilakukan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama manusia. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Stok Darah PMI Kotim Mengkhawatirkan, diperkirakan hanya cukup dua hari untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit (RS), sehingga perlu lebih banyak pendonor.

Kondisi tersebut kerap kali terjadi, sehingga PMI Kotim kerap kesulitan memenuhi permintaan dari rumah sakit (RS).

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kotim, dr. Yuendri Irawanto, menyebutkan saat ini stok darah di PMI Kotim hanya bertahan paling lama dua hari dan hal ini dinilai cukup mengkhawatirkan.

“Stok darah yang tersedia hari ini golongan A ada 38 kantong, B 38 kantong, O 25 kantong, dan AB 27 kantong. Jumlah ini tidak mencukupi standar kami, termasuk sangat terbatas. Paling bertahan 2 hari,” bebernya, Minggu (18/9/2022).

Baca juga: Pasar Murah Tekan Inflasi di Kotim, Emak-emak Antusias Membeli, 1 Jam 2000 Paket Bapok Ludes

Baca juga: Kekerasan Seksual di Palangkaraya, Korban Anak di Bawah Umur Wajib Didampingi Hingga Persidangan

Baca juga: Rayakan HUT ke-77, PMI Kotim Gelorakan Semangat Relawan Untuk Membantu Masyarakat

Ia menjelaskan, stok darah bisa dikatakan aman apabila jumlahnya mencukupi untuk kebutuhan 5 hingga 7 hari kedepan atau diatas 200 kantong darah.

Khususnya untuk golongan AB cukup 25 kantong, sementara 175 kantong sisanya dibagi untuk 3 golongan darah lainnya. Karena, permintaan untuk golongan darah AB pada dasarnya sedikit.

Selama pandemi Covid-19 jumlah pendonor darah di PMI Kotim menurun drastis. Hal ini dipicu kekhawatiran masyarakat akan penularan Covid-19.

Berbagai perusahaan besar swasta (PBS) yang biasanya mengadakan acara donor darah massal pada peringatan hari besar pun akhirnya meniadakan kegiatan tersebut.

Kondisi ini bertahan selama setidaknya 2 tahun terakhir. Namun, kini seiring dengan melandainya kasus Covid-19 dan aktivitas masyarakat yang kembali normal, jumlah pendonor pun perlahan meningkat.

“Mulai ada peningkatan, tapi belum terlalu banyak. Masih belum optimal kalau dibanding sebelum pandemi,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved