Kotim Habaring Hurung

Tiadakan Program Multiyears, Bupati H Halikinnor Fokus Program Permbangunan Yang Ada

Bupati H Halikinnor Fokus Program Pembangunan Yang Ada, lantaran keterbatasan anggaran, sehingga Proyek Multiyears ditiadakan.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
tribunkalteng.com / devita maulina
Bupati H Halikinnor Fokus Program Permbangunan Yang Ada, lantaran keterbatasan anggaran, sehingga Proyek Multiyears ditiadakan. Dia menjelaskan terkait tidak adanya program multiyears selama masa kepemimpinan harati. Ia menegaskan walau tanpa program multiyears pembangunan di Kotim akan tetap berjalan. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Bupati H Halikinnor Fokus Program Permbangunan Yang Ada, lantaran keterbatasan anggaran, sehingga Proyek Multiyears ditiadakan.

Dia  mengatakan, sejak dilantik pada Februari 2021 lalu pasangan pimpinan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Bupati Kotim H Halikinnor SH MM dan Wakil Bupati Kotim Irawati S.Pd, sama sekali tidak menyusun program multiyears (MY) atau program yang tidak bisa dirampungkan dalam satu tahun anggaran.

Diakuinya selama kepemimpinan harati, yakni ia dan wakilnya, tidak akan mengadakan program MY.

Baca juga: Dinkes Kotim Waspadai Penyakit Masa Pancaroba, Warga Diimbau Terapkan Pola Hidup Sehat

Baca juga: Forum Komunkasi Media BI Kalteng 2022, Jurnalis Dikenalkan Museum Bank Indonesia di Jakarta

Baca juga: Pasar Murah bahan Pangan Kotim, Digelar di 3 Lokasi Sebanyak 2000 Kupon Paket Sembako Ludes

Berbeda dengan para pendahulunya yang justru menyiapkan program MY dari jauh-jauh hari.

“Kami tidak ada program MY, yang ada hanya dari provinsi,” ujarnya, Rabu (7/9/2022).

Ia menjelaskan, pada awal kepemimpinan mereka sudah dihadapkan dengan tantangan yang  begitu berat, yakni pandemi Covid-19.

Anggaran pemerintah pun banyak dialihkan untuk penanggulangan Covid-19, sedangkan untuk program pembangunan banyak yang tertunda karena kurangnya anggaran.

Bahkan, sampai saat ini pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir di bumi habaring hurung, sehingga langkah-langkah untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 pun masih dijalankan.

Dengan kondisi demikian akan sulit bagi ia dan wakilnya untuk membuat program jangka panjang yang tentunya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Apalagi, masa kepemimpinan pasangan harati hanya tinggal 2 tahun, sehingga dirasa tanggung untuk membuat program tersebut.

“Apalagi saya menerima informasi bahwa rencananya Dana Alokasi Umum (DAU) kita dari pusat akan dipotong lagi sebesar 2 persen, karena kondisi dunia yang sedang tidak stabil dan pemerintah pusat kesulitan keuangan,” beberanya.

Orang nomor satu di Kotim ini melanjutkan, dengan dipotongnya DAU itu anggaran untuk belanja daerah pun berkurang.

Meski kelihatannya kecil, namun menurutnya 2 persen dari DAU itu jika dirupiahkan bisa mencapai puluhan miliar dan berdampak besar terhadap daerah.

Jadi alih-alih menyusun program MY pada masa pemerintahan yang hanya tersisa 2 tahun ini pihaknya perlu untuk fokus menjalankan program yang sudah ada agar tetap lancar.

Ia menambahkan, meski tidak ada program MY bukan berarti pembangunan dibawah kepemimpinan pasangan harati tidak berjalan.

Ia menegaskan program pembangunan tetap berjalan, jika ada anggaran yang tersedia suatu proyek atau pembangunan akan langsung dikerjakan tanpa melalui MY.

“Saya dan wabup, apa yang ada dan bisa dikerjakan kalau duitnya ada maka langsung dikerjakan. Kita harus tetap eksis. Meski kesulitan keuangan tetap harus bergerak,” pungkasnya. (*)


Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved