Berita Kotim

NEWS VIDEO, Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, Gelar Aksi di Depan Kantor DPRD

Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM,menggelar aksi penolakan di depan kantor DPRD untuk menyuarakan aspirasinya.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, menggelar aksi penolakan di depan kantor DPRD untuk menyuarakan aspirasinya.

Puluhan mahasiswa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan aksi unjuk rasa di depat kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, Selasa (6/9/2022) pukul 11:30 WIB.

Aksi ini untuk menyampaikan aspirasi mereka yang menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belum lama ini diberlakukan pemerintah pusat.

Komandan Lapangan (Danlap) aksi unjuk rasa, Utomo Ardiansyah, menyampaikan tuntutan mereka kepada DPRD Kotim sebagai wakil rakyat agar dapat ditindaklanjuti kepada pemerintah. Yakni, agar pemerintah dapat meninjau ulang aturan terkait kenaikan harga BBM.

Baca juga: Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, Menuntut Pemerintah & Aparat Tindak Penimbun BBM

Baca juga: Amankan Aksi Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, Polres Turunkan 160 Personel Pengamanan

Baca juga: Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, Sampaikan Aspirasi Lewat Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD

"Kami meminta DPRD Kotim untuk mendesak pemerintah pusat mengaudit BPH Satgas Migas dalam mengawasi regulas penyaluran BBM subsidi dan mendesak pemerintah pusat untuk menolak kenaikan harga BBM," serunya.

Namun, dalam aksi ini kumpulan mahasiswa ini menyampaikan kekecewaan lantaran gedung DPRD nampak kosong pada saat aksi dilakukan. Padahal, sehari sebelumnya perwakilan aksi ini telah menyampaikan surat terkait aksi yang akan dilaksanakan.

Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kurangnya ketidakpedulian anggota DPRD terhadap masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Terlebih, kejadian seperti ini bukan pertama kalinya terjadi.

"Setiap kali kami demo yang menghadapi bukan Ketua DPRD, malah pihak kepolisian. Apakah wakil kami ini anggota DPRD atau aparat kepolisian?" ucapnya.

Terlepas dari itu, tak berapa lama Wakil Ketua I DPRD Kotim, Rudianur, bersama beberapa anggota dewan akhirnya keluar untuk menjemput para mahasiswa untuk melakukan mediasi di ruang paripurna DPRD Kotim.

Rudianur mengajak para mahasiswa untuk berbicara baik-baik terkait aspirasi yang disampaikan alih-alih berteriak di depan kantor DPRD dibawah cuaca yang cukup terik.

"Kami menyambut baik aksi yang dilakukan para mahasiswa. Kami mengapresiasi keberanian kalian (mahasiswa) untuk menyampaikan aspirasi," ucapnya.

Rudianur mengaku sejak menerima surat dari perwakilan mahasiswa pihaknya sebenarnya sudah menantikan aksi tersebut. Namun, memang diakuinya untuk Ketua DPRD Kotim sedang tidak berada di tempat, karena sedang dinas keluar daerah.

Adapun, sampai berita ini diterbitkan proses mediasi antara DPRD Kotim dan perwakilan mahasiswa, serta dihadiri perwakilan Pemkab Kotim, masih berlanjut. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved