Berita Kotim

Amankan Aksi Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, Polres Turunkan 160 Personel Pengamanan

Amankan Aksi Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, sebanyak 160 orang personel Polres dikerahkan amankan aksi di Kantor DPRD, Selasa (6/9/2022).

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Amankan Aksi Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, sebanyak 160 orang personel Polres dikerahkan amankan aksi di Kantor DPRD, Selasa (6/9/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Sebanyak 160 personel Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dikerahkan untuk Amankan Aksi Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM.

Aksi unjukrasa yang dilakukan puluhan mahasiswa Kotim di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Jalan Jenderal Sudirman, Sampit, berjalan lancar dengan pengawalan petugas.

Kapolres Kotim, AKBP Sarpani, melalui Kabag Ops Polres Kotim, Kompol Zaldy Kurniawan membeberkan 160 personel tersebut adalah gabungan dari jajaran kepolisian yang ada di Kota Sampit.

Yakni, meliputi personel Markas Komando (Mako) Polres Kotim, Polsek Baamang, Polsek Ketapang dan Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya.

Baca juga: Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, Sampaikan Aspirasi Lewat Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD

Baca juga: NEWS VIDEO, Ratusan Mahasiswa Demo Tolak Kenaikan BBM, Bakar Ban di Depan Kantor DPRD Kalteng

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Palangkaraya, Massa Aksi Deadline DPRD Kalteng 3x24 Jam

"Hari ini kami mengerahkan 160 personel dari Polres dan Polsek mengawal aksi unjukrasa mahasiswa hari ini," kata Zaldy, Selasa (6/9/2022).

Banyaknya jumlah personel yang dikerahkan karena pada surat yang disampaikan perwakilan aksi unjuk rasa bahwa jumlah masa diperkirakan mencapai 500 orang, namun yang hadir pada akhirnya hanya sekitar 30 orang.

Kendati demikian, aparat kepolisian tetap menjalankan tugasnya secara optimal untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara itu, sejak pukul 10:30 WIB puluhan mahasiswa Kotim melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Kotim dalam rangka menentang kenaikan harga BBM yang belum lama ini telah diberlakukan oleh pemerintah.

Komandan Lapangan (Danlap) aksi unjuk rasa, Utomo Ardiansyah, menyampaikan tuntutan mereka kepada DPRD Kotim sebagai wakil rakyat agar dapat ditindaklanjuti kepada pemerintah. Yakni, agar pemerintah dapat meninjau ulang aturan terkait kenaikan harga BBM.

"Kami meminta DPRD Kotim untuk mendesak pemerintah pusat mengaudit BPH Satgas Migas dalam mengawasi regulas penyaluran BBM subsidi dan mendesak pemerintah pusat untuk menolak kenaikan harga BBM," serunya.

Adapun menanggapi aksi tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kotim, Rudianur, mengajak para mahasiswa yang melakukan aksi untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) guna merumuskan aspirasi yang disampaikan para mahasiswa yang nantinya akan disampaikan ke pemerintah pusat.

Sampai dengan berita ini diturunkan RDP masih berlangsung. Dalam RDP ini turut dihadiri Kabag Hukum Setda Kotim sebagai perwakilan dari Pemkab Kotim. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved