Berita Palangkaraya

Kasus Kekerasan Seksual Kalteng 2022, Polda Kalteng & Polres Tangani 99 Kasus

Kasus Kekerasan Seksual Kalteng 2022 terus terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah. Parahnya kasus kekerasan tersebut dilakukan orang dekat korban.

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
tribunkalteng.com/ Pangkan B
Kasus Kekerasan Seksual Kalteng 2022 terus terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah. Parahnya kasus kekerasan tersebut kebanyakan dilakukan orang dekat korban. Dirreskrimum Polda Kalteng Kombes Pol Faisal F Napitupulu, saat rilis kasus kekerasan seksual, Senin (29/8/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Kasus Kekerasan Seksual Kalteng 2022 terus terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah semakin marak.

Parahnya kasus kekerasan tersebut dilakukan orang dekat korban sendiri, sedangkan korban kebanyakan anak di bawah umur.

Kasus tersebut rinciannya kasus persetubuhan, pencabulan, dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kalteng Kombes Pol Faisal F Napitupulu, yang merekap jumlah kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di wilayah hukum Polda Kalteng.

Baca juga: Seorang Ayah di Palangkaraya Tega Rudapaksa Anak Tirinya Sejak Kelas 2 Hingga Kelas 5 SD

Baca juga: Mal Pelayanan Publik Kotim Berfungsi Tahun 2023, Kantor DPMPTSP Akan Dipindahkan Total

Baca juga: Lomba Azan PHBI Kotim, Melatih Anak Lelaki Muslim Kumandangkan Azan Secara Baik dan Benar

“Kasus tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak, pada wilayah hukum Polda Kalteng terjadi hampir di setiap Kabupaten dan Kota,” ungkapnya, Senin (29/8/2022).

Ia merinci jumlah kasus yang terjadi selama tahun 2022 mulai dari Bulan Januari hingga Juli.

“Untuk rinciannya 66 kasus persetubuhan, pencabulan 21, dan penganiayaan 12 kasus hingga Juli tahun 2022,” papar Kombes Pol Faisal F Napitupulu.

Jika ditotal, terdapat 99 kasus yang telah berhasil diungkap dan diproses oleh pihak kepolisian.

Ia menegaskan seluruh kasus yang terjadi telah diproses semuanya.

Baik itu hasil pengungkapan oleh Polda Kalteng maupun hasil pengungkapan seluruh Polres jajaran.

Maraknya kasus kekerasan pada perempuan dan anak membuat Dirreskrimum Polda Kalteng bingung menjelaskan faktor penyebabnya.

Pasalnya, tiap kasus yang ditangani berbeda-beda motif dan penyebabnya. Parah lagi pelsaku ysng kebanyakan orang dekat korban hingga tega menyetubuhi anak di bawah umur.

“Saya sendiri bingung bagaimana orang tua dengan tega menyetubuhi anak sendiri,” ungkap Kombes Pol Faisal.

Ia mengatakan pelaku diduga melakukan atas faktor kurangnya moral atau apapun alasannya, ia tidak mengetahui faktor penyebabnya.

“Kalau alasannya sering menonton film porno pun, rasanya kurang tepat jika sampai menyetubuhi anak di bawah umur, apalagi anaknya sendiri,” tutupnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved