Berita Kotim

Kecelakaan Tunggal di Jembatan Bajarum Kobes, Polres Kotim Kesulitan melakukan Penyelidikan

Kecelakaan Tunggal di Jembatan Bajarum Kobes yang menewaskan seorang perempuan berinisial YK berumur 29 tahun hingga saat ini masih didalami polisi.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Kecelakaan Tunggal di Jembatan Bajarum Kobes, Jembatan Bajarum, Kecamatan Kotabesi, lokasi seorang wanita berinisial YK meninggal tak wajar pada Minggu (31/7/2022) lalu, pada pukul 00:15 WIB. Sementara pihak Polres Kotim masih melakukan penyelidikan mengenai kasus ini. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Kecelakaan Tunggal di Jembatan Bajarum Kobes Kabupaten Kotim yang menewaskan seorang perempuan berinisial YK berumur 29 tahun hingga saat ini masih didalami polisi.

Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menyelidiki kasus kecelakaan tunggal  di Jembatan Mentaya atau Jembatan Bajarum, Kecamatan Kotabesi (Kobes) tersebut.

Kapolres Kotim AKBP Sarpani menuturkan pihaknya perlu upaya ekstra untuk menangani kasus ini. Lantaran, kasus ini berbeda dengan kasus pembunuhan biasa.

“Ini merupakan kasus bunuh diri, kami masih melakukan penyelidikan. Karena antara tersangka dan korban adalah satu orang itu sendiri, jadi tentu penanganannya berbeda,” jelasnya, Senin (22/8/2022).

Baca juga: NEWS VIDEO, Sebelum Meninggal di Jembatan Bajarum Pemotor Wanita Ini Tinggalkan Pesan Suara

Baca juga: Pemotor Wanita Asal Telaga Antang Meninggal Dunia, Laka Tunggal Tabrak Tiang Jembatan Bajarum Kobes

Baca juga: Pemotor Wanita Meninggal Tak Wajar di Jembatan Bajarum, Warga Sekitar Tak Tahu Ada Kecelakaan

Baca juga: Pemotor Wanita Meninggal Tidak Wajar di Jembatan Bajarum, Beredar Voice Note Diduga Suara Korban

Ia menjelaskan, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa YK dengan sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara tidak wajar. Sehingga, baik tersangka maupun korban merupakan satu orang yang sama.

Akan sulit bagi pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut karena tersangkanya adalah korban yang telah meninggal dunia. Lain halnya jika antara tersangka dan korban merupakan orang yang berbeda. Kendati demikian, hal tersebut tidak serta merta membuat pihak Polres Kotim menghentikan penyelidikan.

“Kami masih dalam penyelidikan, sementara kesimpulan awal bahwa pelakunya ya korban sendiri,” ujarnya.

Sementara, terkait indikasi bahwa korban sempat bertengkar dengan pasangannya sebelum melakukan aksi mengakhiri hidup sendiri dengan cara tidak wajar, menurut AKBP Sarpani hal itu belum cukup menjadi acuan untuk melebarkan kasus ini ke pihak lainnya.

Ia menatakan, pihaknya masih berpegang pada kesimpulan awal ditetapkan bahwa pelaku dan korban adalah orang yang sama.

Ada pula, dugaan bahwa korban mengalami gangguan mental, sehingga melakukan aksi nekat tersebut. Dan hal ini juga menjadi bagian dari penyelidikan.

Untuk diketahui, pada Minggu (31/7/2022) lalu, telah terjadi kecelakaan tunggal di Jembatan Bajarum yang melibatkan seorang ibu rumah tangga berinisial YK. Ia diduga kuat dengan sengaja menabrakan diri berserta motor yang dikendarai ke tiang jembatan yang kemudian menyebabkan cedera yang cukup parah dan berakhir pada hilangnya nyawa yang bersangkutan.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, YK sempat ditemukan oleh seorang supir travel yang melintas di lokasi. Dibantu warga dan aparat kepolisian setempat, YK dilarikan ke RSUD dr. Murjani Sampit, akan tetapi nyawanya tak tertolong.

Kapolres Kotim AKBP Sarpani, Minggu (9/7/2022) malam saat  memberikan penjelasan terkait pengamanan rencana aksi unjukrasa eks Tenaga Kontrak Kotim. Kapolres mengakui, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan akan adanya aksi tersebut dari pihak eks tekon.
Kapolres Kotim AKBP Sarpani, menuturkan pihaknya perlu upaya ekstra untuk menangani kasus kecelakaan tunggal di Jembatan Bajarum Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut. Meskipun dia mengakui korban diduga dengan sengaja menabrakan diri di Jembatan Bajarum hingga meninggal dunia.  (faturahman/tribunkalteng.com)

Setelah kejadian tersebut beredar pesan suara yang diduga suara korban yang menyampaikan pesan kepada keponakannya. Isi pesan suara tersebut mengarah pada tindakan korban di Jembatan Bajarum. Sehingga, kabar bahwa korban mengakhiri hidup dengan cara tak wajar pun beredar.

Adapun, hingga sekarang kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Polres Kotim. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved