Berita Palangkaraya

Operasi Pasar Murah Bawang Merah Rp 30 Ribu per Kg di Kelurahan Langkai dan Bagi Bibit Cabai Gratis

Pemko Palangkaraya Operasi pasar murah akan mulai digelar Senin (15/8/2022) bekerja sama dengan Bank Indonesia perwakilan Kalteng di Kelurahan Langkai

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Rahma sedang menunjukan bawang merah yang dijual di Pasar Besar, Palangkaraya. Saat ini harga bawang merah tembus Rp 70 ribu per kilogram, di Kelurahan Langkai digelar Operasi pasar murah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Pemerintah Kota Palangkaraya mengantisipasi adanya inflansi karena kenaikan sejumlah bahan pokok. Operasi pasar murah akan mulai digelar Senin (15/8/2022) bekerja sama dengan Bank Indonesia Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kelurahan Langkai dan Kelurahan Palangka menjadi tempat operasi pasar murah pertama. Dimulai pukul 09.00 WIB di Gedung Basarah setempat.

Menanggapi itu Lurah Langkai, Sri Wanti menuturkan, jika pihaknya telah mengajukan 400 kg bawang merah, dan beberapa sembako kepada Pemko Palangkaraya untuk operasi pasar murah tersebut.

"Kemarin saya sudah minta kurang lebih 400 kg untuk warga saya. Tujuan sasaranya kepada warga yang kurang mampu," kata Sri Wanti, Sabtu (13/8/2022) kepada Tribunkalteng.com.

Diketahui harga bawang merah saat ini kisaran Rp 65 ribu per kg. Namun dalam operasi pasar murah itu, bawang merah hanya dibandrol dengan harga Rp 30 ribu.

Baca juga: Memeriahkan HUT Ke-77 RI, Para Wartawan di Palangkaraya Ikut Lomba Lari Karung

Baca juga: Antisipasi Infansi, Pemko Palangkaraya Gelar Pasar Murah Bawang Merah, Ini Tempat dan Jadwalnya

Baca juga: Harga Cabai Turun Jadi Rp 90 Ribu, Bawang Merah Naik Rp 70 Ribu per Kg di Pasar Besar Palangkaraya

Tak hanya itu, masyarakat juga akan menerima polibag berisi bibit tumbuhan cabai rawit. Harapannya bibit tersebut ditanam di perkarangan rumah warga dan dapat dinikmati buahnya.

"Sehingga masyarakat tak perlu kuatir harga cabai rawit kan kalau cabai sudah ada di pekarangan rumah tinggal petik. Karena saat ini harga cabai juga belum stabil," ujar Sri Wanti.

Lurah Langkai itu mengapresiasi kebijakan yang diambil Pemko Palangkaraya melalui operasi pasar murah dan pembagian bibit cabai kepada masyarakat.

"Saya mengapresiasi kebijakan Pemko Palangkaraya, dimana hal ini melalui DPKUKMP. Inisiasinya luar biasa. Kita ketahui sekarang harga cabai di Pasar saya beli tadi 1 ons Rp 12 ribu, artinya masih cukup mahal," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved