Kotim Habaring Hurung

Tak Respon Kerjasama Perbaikan Jalan, Bupati Kotim Ancam Larang Truk PBS Masuk Jalan Dalam Kota

Bupati Kotim H Halikinnor ancam menutup jalan dalam kota Sampit untuk Truk PBS Sawit & Ekspedisi, karena belum merespon kerjasama perbaikan jalan.

Editor: Fathurahman
tribunkalteng.com
Bupati Kotim H Halikinnor (kemeja abu-abu) didampingi Sekda Kotim Fajrurrahman, bersama sejumlah anggota DPRD Kotim, saat meninjau Jalan Lingkar Selatan Sampit yang mengalami kerusakan parah, Senin (25/7/2022). Jalan ini statusnya merupkaan jalan Provinsi yang pemeliharaanya menjadi tanggungjawab Pemprov Kalteng. (Kontributor/ Usay Rahmad) 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Bupati Kotim H Halikinnor mengancam akan menutup jalan dalam kota Sampit untuk Truk PBS Sawit & Ekspedisi, karena belum merespon kerjasama perbaikan jalan yang diusulkan Pemkab Kotim.

Jalan khusus untuk truk perusahaan besar swasta (PBS) Perkebunan Kelapa Sawit dan truk jasa ekspedisi telah diatur wajib lewat jalan Lingkar Selatan.

Jalan tersebut sejak lama mengalami kerusakan sehingga Pemkab Kotim mengajak PBS Sawit dan  Truk Jas ekepedisi turut membantu perbaikan jalan, namun hingga saat ini belum juga ada respon membuat Bupati Kotim H Halikinnor geram.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur  (Kotim) mengancam akan menutup jalan dalam kota bagi truk angkutan perusahaan.

Baca juga: 1.039 Tekon Pemkab Kotim Ikuti Tes Tahap II, Kelulusan Ditentukan Hasil Tes & Penilaian Kinerja

Baca juga: Jambore JIP Kalteng 2022 di Kotim, Multazam Dilantik Jadi Ketua Pengcab IOF Kotawaringin Timur

Baca juga: Wabup Irawati Apresiasi Pengurus PGRI Tabalong, Silaturahmi Sekaligus Lakukan Kaji Banding di Kotim

Hal itu bila, perusahaan-perusahaan di daerah itu tidak merespons permintaan pemerintah untuk bekerja sama memperbaiki Jalan Lingkar Kota Selatan atau Jalan Mohammad Hatta, Sampit.

"Bila tidak ada respons positif. Kesepakatan pemerintah kita tutup total. Kecuali sembako yang boleh masuk," ucap Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor,

Hal ini diungkapkan saat meninjau kerusakan jalan bersama kalangan legislatif, Senin (25/7/2022).

Dari hasil pantauan pihaknya diakuinya jalan provinsi tersebut rusak parah.

Dia pun tak bisa menyalahkan pengusaha angkutan ataupun sopir memilih melintas di dalam kota daripada harus lewat jalan itu.

Pemkab Kotim bersama legislatif akan mengagendakan rapat untuk membahas itu dengan pihak perusahaan perkebunan dan perusahaan ekspedisi di daerah itu.

Dia juga meminta kepada dinas teknis untuk menghitung keperluan perbaikan jalan.

Menurut Halikinnor, untuk sementara ini, tak perlu secara keseluruhan. Sebagian jalan saja diperbaiki, yang penting dapat segera fungsional dan truk angkutan dapat tertib tidak masuk ke dalam kota lagi.

Untuk diketahui Jalan Lingkar Kota Selatan atau Jalan Mohammad Hatta saat ini mengalami kerusakan yang parah. Akibatnya truk-truk angkutan, baik itu angkutan perkebunan maupun perusahaan ekspedisi masuk ke dalam kota.

usay 2
Membentuk kolam. Salah satu titik kerusakan di Jalan Lingkar Selatan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur. Kondisi rusak membentuk kolam. Jalan ini berstatus Jalan Provinsi, sulit dilalui kendaraan angkutan, karena berpotensi menyebabkan kendaraan terbalik. Sudah beberapa tahun ini jalan belum ada perbaikan. Alasan jalan rusak inilah angkutan Truk CPO dan TBS serta armada angkutan barang lainnya menggunakan jalan dalam kota,  mengakibatkan jalan dalam kota juga rusak. (Kontributor/ usay rahmad)

Hal itu juga berdampak terhadap kondisi jalan dalam kota. Seperti Jalan Kapten Mulyono, Jalan Pelita, dan Jalan HM Arsyad. Saat ini jalan - jalan itu sudah mulai rusak. Sehingga membahayakan masyarakat selaku pengguna jalan. (Kontributor/ usay rahmad)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved