Kotim Habaring Hurung

Turunkan Angka Stunting, Pemkab Kotim Jalankan Program Dapur Sehat Pada 33 Kampung KB

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melakkukan upaya maksimal untuk menurunkan angka stunting yang saat ini masih mencapai 32,5 persen.

Editor: Fathurahman
faturahman/tribunkalteng.com
Bupati Kotim H Halikinnor saat memberikan masukan kepada sejumlah ibu yang memiliki anak balita agar tetap memperhatikan gizi makanan bagi anak-anak mereka sehingga pertumbuhan tubuhnya tetap baik. Bupati H Halikinnor mengatakan, pihaknya mendukunng dapur sehat untuk membantu warga Kotim yang perlu memenuhi asupan gizi untuk anak yang masih menyusuai maupun, ibu yang sedang hamil. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melakkukan upaya maksimal untuk menurunkan angka stunting yang saat ini masih mencapai 32,5 persen.

Ini sesuai dengan target yang diberikan kepada Pemerintah Kalteng dan Kotim terkait masih adanya warga Kotim yang mengalami gagal tumbuh atau lebih dikenal dengan sebutan stunting.

Prevalensi Angka Stunting Kabupaten Kotawarinigin Kalimantan Tengah sebesar 32,5 persen berdasarkan data SSGI tahun 2021.

Kemudian dengan target yang diisyaratkan tahun 2022 pada skala SSGI turun jadi 26,25 persen, sedangkan Skala EPPGBM sebesar 22 persen.

Baca juga: Kalteng Expo 2022 Bawa Berkah, Berjualan di Lokasi Pameran Penghasilan UMKM Meningkat Tajam

Baca juga: Anggota Mapala STIMI Banjarmasin Hilang di Gunung Hauk, Tim SAR Gabungan Melakukan Pencarian

Baca juga: Bupati H Halikinnor Optimistis, Target Stunting Kotim Tahun 2024 Turun Hingga 15,17 Persen Tercapai

Untuk Kalimantan Tengah target yang harus dicapai Kotim hingga tahun 2024 stunting turun sebesar 15,17 persen.

Hal itu terungkap saat digelar rapat audit stunting identifikasi kasus dilaksanakan dan peresmian berdirinya dapur sehat pada 33 kampung KB se Kotawaringin Timur, Kamis (14/7/2022) di Sampit.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kotim, H Suparmadi , mengungkapkan, pihaknya telah mendirikan dapur sehat  (Dashat)  pada 33 Kampung KB se Kotawaringin Timur.

"Ini sebagai upaya menurunkan kasus stunting di daerah Kabupaten Kotim perlu adanya identifikasi  kasus dilaksanakan untuk dapat merumuskan penyusunan program aksi yang terencana terprogram dan dilaksanakan secara integratif dalam lintas sektor," ujarnya.

Suparmadi juga memaparkan, sesuai ketentuan Kepres 72 telah dibentuk tim percepatan penurunan stunting  (TPPS) tingkat kabupaten dengan penasehat Bupati Kotim dan Ketuanya Wakil Bupati Kotim.

"Tim ini sudah terbentuk di 17 kecamatan yang diketuai oleh masing-masing camat, sedangkan untuk  desa  dari sebanyak 185 desa sampai saat ini tinggal 1 desa yang belum terbentuk di Desa Sebungsu Kecamatan Telaga Antang. untuk  jumlah personel tingkat desa mencapai 2000 orang lebih," ungkapnya.

bupati kotim lhblojtpok
Bupati Kotim H Halikinnor saat rapat audit stunting identifikasi kasus dilaksanakan dan meresmkian berdirinya dapur sehat pada 33 kampung KB se Kotawaringin Timur, Kamis (14/7/2022) di Sampit

Bupati Kotim H Halikinnor mengaku optimistis berbagai cara yang dilakukan untuk menurunkan angka Stunting yang dilakukan akan mampu menurunkan secara signifikan hingga tahun 2024 mendatang. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved