Lengkap, Ini Daftar Kenaikan Harga di Tahun 2022: Tarif Listrik, Harga Minyak Goreng dan Rokok

Pada tahun baru, 2022 mendatang, ada sejumlah kenaikan harga barang dan tarif yang harus ditanggung masyarakat

Editor: Dwi Sudarlan
PT PLN (Persero) UIW KSKT
Seorang petugas PLN sedang mengecek jaringan listrik. Pada tahun depan, direncanakan ada kenaikan tarif listrik. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA -  Tidak lama lagi, tak hanya ucapan selamat tahun baru, tetapi juga selamat menikmati kenaikan harga.

Pada tahun baru, 2022 mendatang, ada sejumlah kenaikan harga barang dan tarif yang harus ditanggung masyarakat.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 diperkirakan belum berakhir apalagi kini ada varian baru Omicron.

Karena itu pula, perekonomian belum tumbuh secara penuh, meski sudah berdenyut kembali.

Berdasar informasi yang dihimpun Tribunkalteng.com, pada 2022 ada kenaikan tarif listrik serta melambungnya harga rokok dan minyak goreng.

Baca juga: Harga Minyak Goreng dan Cabai di Palangkaraya Mulai Merangkak Naik Jelang Nataru

Baca juga: Setelah PPKM Level 3 Serentak, Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Juga Dibatalkan

Baca juga: Pengumuman! Siap-siap, Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Listrik Tahun Depan

Bahkan untuk minyak goreng saat ini harganya sudah naik.

Pemerintah pun membatalkan rencana larangan penjualan minyak goreng curah yang sedianya diberlakukan mulai awal Januari 2020.

Beberapa harga dan tarif yang akan naik pada 2022 di antaranya adalah tarif listrik dan harga rokok.

Berikut ulasan singkat kenaikan harga dan tarif yang bakal terjadi pada 2022.

1. Tarif listrik

Diberitakan Kompas.com, 10 Desember 2021, pemerintah mempertimbangkan kembali penyesuaian tarif listrik bagi 13 golongan pelanggan PLN nonsubsidi mulai 2022.

Rencana penyesuaian tarif listrik ini telah disepakati Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, rencana penyesuaian tarif listrik tersebut bakal dilakukan jika kondisi pandemi Covid-19 sudah semakin membaik.

"Apakah 2022 akan diterapkan tariff adjustment? Jadi kami sepakat dengan Banggar (Badan Anggaran) DPR,  kalau sekiranya Covid-19 ini semakin membaik, kompensasi tarif adjustment itu diberikan hanya enam bulan, selebihnya tarifnya harus disesuaikan," kata Rida.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved