Breaking News:

Berita Palangkaraya

Jemaat GKE Sakatik Palangkaraya Wajib Vaksin dan Taat Prokes Saat Ibadah Tatap Muka

Melandainya penularan virus Covid-19 di Kota Palangkaraya, menjadi lampu hijau bagi Rumah Ibadah Gereja ibadah tatap muka.

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
Pangkan B / tribunkalteng.com
Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis Palangkaraya saat mengikuti ibadah pukul 09.00 WIB, pada Minggu (28/11/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Melandainya penularan virus Covid-19 di Kota Palangkaraya, menjadi lampu hijau bagi Rumah Ibadah Gereja di Kota Cantik, Minggu (28/11/2021).

Salah satunya Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Sakatik yang mengikuti aturan yang telah ditetapkan, GKE Sakatik menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua Badan Pekerja Harian (BPH) Majelis Jemaat GKE Sakatik palangkaraya yang di ketuai oleh Pendeta Biarniati Nalas, memberikan keterangan melalui Hardianto selaku pengurus dan tim multimedia GKE Sakatik.

“Ibadah Minggu di GKE Sakatik berlangsung pukul 09.00 WIB. Jemaat yang hadir dibatasi sebanyak 250 orang, dengan kapasitas 1000 orang,” jelas Hardianto Joe.

Baca juga: Dua Putri Hijab 2021 Provinsi Kalteng Masuk Grand Final Tingkat Nasional di Bandung

Baca juga: Polda Kalteng Amankan Remaja Bikin Resah Bekelahi di Jalan Yos Soedarso Palangkaraya

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Kepala BPBD Emi Abriyani: Belum Ada Ditemukan Indikasi Klaster Banjir

GKE Sakatik menerapkan protokol kesehatan (Prokes) 5M dan jemaat harus memiliki aplikasi PeduliLindungi.

“Para jemaat harus memaruhi prokes 5M dan sudah divaksinasi sebanyak 2 kali dengan keterangan dari aplikasi PeduliLindungi,” ungkap Hardianto Joe.

Sebelum memasuki ruang ibadah, terdapat 2 orang Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang berjaga di pintu masuk.

“Satgas akan mengecek suhu tubuh, barcode dari aplikasi PeduliLindungi, dan memberikan hand sanizmtizer,” jelas Hardianto.

GKE Sakatik hanya mengadakan Ibadah Minggu pada pagi hari.

“Ibadah Minggu hanya pagi hari, untuk hari ini yang hadir sebanyak 71 jemaat, 15 petugas gereja, dan 2 petugas Satgas,” jelas Hardianto Joe.

Selain itu, petugas gereja akan menyemprotkan cairan desinfektan sehari sebelum ibadah dan sesudah ibadah.

Meski belum dapat menampung semua jemaat yang hendak beribadah. GKE Sakatik Palangkaraya, menyediakan layanan Ibadah online melalui live streaming.

“Bagi para jemaat bisa beribadah di rumah, dipandu dengan layanan Live Streaming Facebook dan Youtube,” terang Hardianto Joe.

Meski PPKM di Kota Palangkaraya sudah turun level. Pengurus dan petugas Majelis Jemaat GKE Sakatik tidak berani ambil resiko.

“Kami tetap mengikuti peraturan dan anjuran dari pemerintah mengenai ibadah offline. Kami tidak mau ambil resiko bila ada jemaat yang terpapar dan GKE Sakatik menjadi klaster baru,” tutup Hardianto Joe. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved