Breaking News:

Berita Kalteng

UMKM Kalteng Meningkat Siginifikan Selama Masa Pandemi 2021 Mencapai 71.406

Pemerintah Kalteng berusaha memperkuat keberadaan koperasi dan UMKM agar tumbuh dan berkembang hingga membuahkan hasil yang baik.

Editor: Fathurahman
faturahman/tribunkalteng.com
Salah satu UMKM yang ada di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berusaha memperkuat keberadaan koperasi dan UMKM agar tumbuh dan berkembang hingga membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Tengah Aty Muliaty mengungkapkan,  jumlah UMKM meningkat signifikan dari 64.067 UMKM di tahun 2020 meningkat menjadi 71.406 unit usaha pada tahun 2021 selama masa Pandemi Covid-19.

“Dorongan dan dukungan Gubernur Kalteng membawa harapan baru bagi pelaku UMKM di Kalimantan Tengah. Meskipun di tengah pandemi covid 19 perkembangan UMKM cukup bagus," ujarnya, Minggu (7/11/2021).

Baca juga: Sebagian Pendapatan UMKM Sahabat Catering Palangkaraya Ini Disedekahkan ke Panti Asuhan

Baca juga: Inovasi UMKM Berkah Kalteng Dapat Apresiasi Menteri Koperasi dan UMKM

Baca juga: Pengembangan UMKM Kalteng Menjadi Perhatian Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya

Dia mengungkapkan, Pemerintah Kalimantan Tengah, saat ini berusaha melakukan pemulihan ekonomi nasional." Pemerintah daerah terus melakukan pendampingan akses permodalan bagi UMKM melalui Perbankan dan non Perbankan serta Otoritas Jasa Keuangan," ujar Ati Muliaty.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah, data Kredit Usaha Rakyat melalui Sistem Informasi Kredit Program ( SIKP) per 20 September 2021, jumlah debitur sebanyak 53,805 debitur, dengan nilai akad sebesar Rp. 2.390.705.339.425,-.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong pelaku usaha ataupun kelompok usaha agar membentuk koperasi yang sangat berguna untuk pengembangan usaha dan mempermudah akses permodalan melalui perbankan dan LPDB. 

Sejak 2020 hingga 2021 telah terbentuk Komunitas Pelaku Usaha yang sudah berbentuk wadah koperasi, yaitu Koperasi Desa Jelapat di Kabupaten Barito Selatan yang telah mendapatkan bantuan peralatan pengolahan ikan dari Bank Indonesia Kalimantan Tengah.

Selain itu, juga ada Koperasi Palinget di Kabupaten Kapuas yang mendapatlan bantuan mesin jahit dari Bank Rakyat Indonesia, Koperasi Pengolahan Ikan Kabupaten Seruyan yang dalam proses mendapatkan bantuan dari Bank Mandiri. 

Program UKM BERKAH yang disalurkan melalui PT. BPD Kalimantan Tengah yang memprioritaskan para pelaku usaha mikro serta koperasi yang saat ini sedang dalam proses. 

Hingga saat ini UKM telah merealisasikan ekspor yang berdasarkan Penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) di empat Kantor Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) Provinsi Kalimantan Tengah.

Ini antara lain, yakni Palangkaraya memiliki 7 eksportir dan 5 jenis komoditi, Kapuas memiliki 3 eksportir dan 4 jenis komoditi, Sampit dengan 4 eksportir dan 3 jenis komoditi serta Pangkalan Bun dengan 4 eksportir dengan 2 jenis komoditi. 

Sementara itu,  ekspor komoditas perikanan di Kalimantan Tengah sampai tahun 2020 masih didominasi oleh ikan hidup terutama ikan hias air tawar dan ikan konsumsi dengan negara tujuan ekspor Singapura, Jepang, Malaysia, China dan Hongkong. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved