Harbolnas

Jelang Harbolnas 11.11, Ini yang Biasa Diserang Hacker, e-Commerce Siap Hadapi Serangan Siber

Festival Harbolnas 11.11 sebentar lagi digelar, waspadai ancaman serangan hacker atau kejahatan siber

Editor: Dwi Sudarlan
dokumen Tribun Sumsel
Ilustrasi Harbolnas atau Hari Belanja Online Nasional 

TRIBUNKALTENG.COM - Festival Harbolnas 11.11 sebentar lagi digelar, mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, terjadi serangan hacker atau kejahatan siber, mereka biasanya menyerang hal berikut ini.

Minggu depan, Festival Harbolnas 11.11 atau Festival Hari Belanja Online Nasional 11 November digelar sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Pada hari Festival Harbolnas 11.11, e-commerce menabur diskon untuk konsumen, dan biasanya juga disertai berlimpah hadiah, tapi perlu waspada karena besarnya minat konsumen adalah kesempayan bagi hacker atau pejahat siber untuk melakukan aksinya.

Serangan atau kejahatan peretas inilah yang harus diwaspadai baik oleh e-commerce maupun konsumen.

Associate VP Information Security Blibli Ricky Setiadi mengatakan, serangan dilakukan agar konsumen tak punya kesempatan berbelanja.

"Yang paling banyak diserang itu adalah social engineering. Kejahatan ini dilakukan melalui phishing email, SMS ataupun WhatsApp," ujarnya saat diskusi Bulan Inklusi Keuangan 2021 secara virtual, Senin (1/11/2021).

Baca juga: Data Center Pemprov Kalteng Tahun 2021 Diserang Siber Hingga Mencapai 10.224.154 Kali

Baca juga: Pembentukan BSSN di Kalteng Menghadapi Kemungkinan Adanya Ancaman Perang Siber

Baca juga: Kalteng Miliki Tim Tanggap Insiden Siber, Diharapkan Bisa Antisipasi Pencurian Data

Dia menjelaskan phishing ini nantinya akan mengarahkan konsumen ke suatu website yang dibuat mirip seperti platform lainnya.

"Misalnya kalau Blibli nanti websitenya itu dibuat mirip banget seperti Bl1bi atau D4na, itu kan mirip. Itu dikasih ke pengguna untuk diklik yang nantinya akan membuat pengguna rugi," ucap Ricky.

Lalu jenis serangan yang kedua adalah pengambilalihan akun atau take over akun yang membuat para pengguna platform e-commerce tidak bisa mengikuti festival belanja.

Kejahatan cyber ketiga adalah bot herder.

Dia menjelaskan, bot herder skemanya dikendalikan oleh satu orang yang menjalankan beberapa robot untuk melakukan tindakan kejahatan.

"Ketika ada promo fesival, mereka pakai bot herder untuk memonopoli pemesanan, para pengguna atau konsumen lain otomatis tidak bisa mendapatkan jatah kuotanya kan. Sementara masyarakat lain pun jadi curiga, jangan-jangan promonya palsu karena enggak dapat," papar Ricky.

"Efeknya apa? Efeknya reputasi dari perusahaan yang menyediakan promo itu pun jadi terganggu.

Orang jadi enggak percaya lagi sama promonya," sambung Riki.

Hal senada juga disampaikan oleh VP of Information Security DANA Andri Purnomo.

Dia bilang kejahatan yang paling banyak ditemukan dan yang paling menjadi target besar adalah account take over dan bot herder.

"Apalagi bot herder itu, itu kalau kami lihat dibuat sama anak bangsa juga, mereka kreatif-kreatif sebenarnya cuma dipakai untuk cyner. Kalau lihat IPnya atau aktivitas itu di lokal kita sendiri," kata Andri. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jelang Harbolnas E-Commerce Waspadai Hacker, Ini yang Sering Jadi Sasaran

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved