Breaking News:

Ramadhan 20021

TAUSIAH RAMADAHAN 2021: Nafsu dan Tubuh Itu Laksana Kendaraan Bagi Ruh

“Apakah kalian senang dengan kedatangan Ramadhan?” tanya Emha Ainun Nadjib kepada jemaahnya.

Editor: Dwi Sudarlan
Banjarmasin Post Group
Rektor UIN Banjarmasin, Mujiburrahman 

TRIBUNKALTENG.COM - “Apakah kalian senang dengan kedatangan Ramadhan?” tanya Emha Ainun Nadjib kepada jemaahnya.

“Senang,” jawab mereka lantang.

“Bohong! Kalian sebenarnya tidak senang. Kalian akan merasakan lapar, haus dan lemas.”

Jemaah pun tertawa. “Namun, meskipun kalian tidak senang dengan puasa, kalian tetap mengerjakannya, karena cinta kepada Allah,” kata Emha.

Jemaah pun bertepuk tangan.

Puasa, dengan menahan lapar dan haus serta menghindari hubungan seksual dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, memang bukan laku yang ringan dan mudah bagi tiap orang.

Baca juga: Tausiah Ustaz Adi Hidayat Tentang Masih Bisa Tidaknya Sahur Puasa Ramadhan Ketika Sudah Masuk Imsak

Baca juga: TAUSIAH RAMADHAN 2021: Apa Arti Niat karena Allah?

Orang perlu dilatih sejak kecil, dengan tekad bulat yang kuat.

Bangun sahur ketika kepala masih berat ingin tidur bukanlah perkara sepele.

Menahan lapar dan haus di siang hari, apalagi saat terik matahari sembari bekerja keras, juga bukan soal mudah.

Namun, ternyata kaum Muslim mau dan rela melakukannya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved