Breaking News:

Ramadhan 2021

TAUSIAH RAMADHAN 2021: Apa Arti Niat karena Allah?

Berikut tausiah Ramadhan 2021 dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Kalsel, Mujiburrahman tentang niat karena Allah SAW

Banjarmasin Post Group
Rektor UIN Banjarmasin, Mujiburrahman 

TRIBUNKALTENG.COM - Berikut tausiah Ramadhan 2021 dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Kalsel, Mujiburrahman tentang niat karena Allah SAW.

MENJELANG Ramadan, anak-anak biasanya diajari oleh orangtua atau guru di sekolah/madrasah melafal dan menghafal niat puasa.

Niat itu dilafalkan dalam bahasa Arab dan diiringi terjemahnya ke dalam bahasa Indonesia. Niat adalah menginginkan mengerjakan sesuatu dengan tujuan tertentu.

Niat itu letaknya di hati, bukan di lidah, tetapi lidah membantu hati menghayati maknanya.

Menurut Mazhab Maliki, niat puasa Ramadan boleh dilakukan sekali saja, di awal bulan untuk puasa sebulan penuh.

Namun, bagi Mazhab Syafi’i, Hanafi dan Hambali, niat puasa harus dilakukan tiap malam. Mungkin karena mayoritas Muslim Indonesia bermazhab Syafi’i, maka niat itu dilafalkan tiap malam.

Namun disarankan, untuk di awal Ramadan, sebaiknya kita berniat sebulan penuh, karena khawatir suatu hari nanti terlupa. Agar tidak terlupa itu pula, dalam budaya Banjar, di akhir salat tarawih, imam biasanya mengucapkan lafal niat puasa itu bersama-sama dengan seluruh jemaah.

Baca juga: Prilly Latuconsina Berhijab di Serial Ustadz Milenial, Hindari Adegan yang Bersentuhan

Baca juga: 15 Quotes Sambut Ramadhan 2021, Kata Mutiara untuk Dikirim dan Jadi Status di Facebook, WA dan IG

Dalam setiap lafal niat ibadah Islam, biasanya dinyatakan bahwa ibadah itu dilaksanakan “karena Allah” (lillâhita’âlâ). Ini untuk menegaskan bahwa ibadah dilakukan hanya karena Allah, bukan alasan lain.

Bahkan lebih jauh, doa pembuka salat yang diambil dari ayat Al-Qur’an, menegaskan: “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya karena Allah, Tuhan semesta alam.” Penegasan ini tentu bukan sekadar retorika belaka, melainkan suatu komitmen yang harus terus-menerus ditegakkan dalam hidup, yakni hidup dan mati karena Allah, bukan yang lain.

Namun, orang tentu akan bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan “karena Allah” itu? Jawaban sederhana yang sering kita dengar adalah, karena Allah artinya karena menjalankan perintah-Nya. Dalam pengertian ini, manusia siap melaksanakan apapun yang diperintahkanTuhan, meskipun ia tidak benar-benar memahami manfaat dari perintah itu.

Halaman
123
Editor: Dwi Sudarlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved