Breaking News:

Berita Jakarta

Ajukan Banding, Hukuman Wanita Dosen yang Selingkuh dengan Teman Adik Ipar Justru Lebih Berat

Tragis, mengajukan banding namun hukuman untuk perempuan dosen yang diduga selingkuh dengan teman adik ipar, justru makin berat

istimewa
Ilustrasi selingkuh 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Tragis, mengajukan banding namun hukuman untuk perempuan dosen yang diduga selingkuh dengan teman adik ipar, justru makin berat.

Majelis Hakim Pengadilan TinggI Jakarta memperberat hukuman terhadap seorang wanita dosen yang selingkuh dari suaminya dan berhubungan intim dengan teman adik iparnya. 

Putusan pengadilan tingkat banding terkait kasus istri selingkuh ini sudah diputus pada 16 Maret 2021 dan kini sudah dapat diunduh secara bebas website Mahkamah Agung. 

Pihak yang mengajukan banding dalam perkara kasus perselingkuhan ini adalah Jaksa Penuntut Umum atas nama Wilhelmina M. 

Sedangkan terpidana atau terbanding dalam kasus ini adalah seorang wanita berinisial GE (28) yang disebut dalam putusan hakim bekerja sebagai dosen. 

Dalam putusan di tingkat pertama, GE telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perzinahan.

Hakim tingkat pertama lalu memvonis hukuman pidana  3 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 5 Januari 2021.

Baca juga: 6 Jam Sembunyi di Bawah Tempat Tidur Lalu Bunuh Selingkuhan Istri, Bharat Terancam 20 Tahun Penjara

Baca juga: Ternyata Bu Kades 3 Kali Selingkuh, Suami Selalu Maafkan dan Gadaikan SK PNS di Bank untuk Pilkades

Baca juga: Akhirnya Nissa Sabyan dan Ayus Tampil Bersama di Hadapan Publik Setelah Isu Perselingkuhan

Namun, dalam putusannya, majelis hakim tingkat pertama juga menyatakan bahwa GE tidak perlu menjalani hukuman pidana 3 bulan penjara tersebut,  kecuali jika dikemudian hari ada putusan Hakim yang menentukan lain, disebabkan oleh karena terdakwa melakukan suatu tindak pidana sebelum lewat dalam masa percobaan selama 6 bulan. 

Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding pada 11 Januari 2021 dilanjutkan dengan pengajuan memori banding pada 19 Januari 2021.

Dalam memori bandingnya, JPU pada dasarnya sependapat dengan putusan hakim tingkat pertama. 

Halaman
1234
Editor: Dwi Sudarlan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved