Akun Palsu
Waspada, Akun Palsu Bank Marak Beredar di Twitter dan Jerat Nasabah Lengah
Para penipu ini menggunakan nama bank besar di Indonesia dan mengincar nasabah bank tersebut. Nasabah bank-bank besar seperti BCA, BNI
Ismail juga mengatakan, pengguna bisa menyampaikan komplain atau masalahnya lewat media sosial, dengan catatan melalui fitur Direct Message(DM), bukan melalui twit kepada akun resmi layanan pelanggan dari instansi atau perusahaan yang dimaksud.
Fitur DM, menurut Ismail, menjadi tempat yang lebih aman untuk menyampaikan komplain dan tidak bisa dilihat oleh bot milik akun-akun penipu tersebut.
Baca juga: Pisah Rumah dari Stefan William, Celine Evangelista Unggah Video TikTok Sindir Soal Suami
Baca juga: Selamat 1 Syaban 1442 H, Inilah Daftar Amalan Dikerjakan di Bulan Syaban
Ismail menegaskan, kunci utamanya adalah jangan sampai orang lain tahu masalah yang sedang dialami.
"Saran saya, jangan mengadu atau melaporkan punya masalah di media sosial apapun. Kenapa? itu akan langsung disamber sama penipu dan mereka akan sangat mudah dan gratis orang-orang yang punya masalah," ungkap Ismail.
Sejauh ini, Ismail melaporkan bahwa setidaknya ada 331 akun penipu yang berkedok sebagai layanan pelanggan Halo BCA di Twitter dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Lalu setidaknya ada pula 113 akun penipu mengatasnamakan layanan pelanggan BNI dalam satu minggu.
Akun penipu merespons lebih cepat
Menurut analisis Drone Emprit, setidaknya satu pengguna yang mengunggah twit komplain bisa diserbu oleh enam hingga delapan akun bodong.
Dalam kasus akun berkedok Halo BCA, Ismail mengungkapkan tak jarang akun bot ini justru hadir lebih cepat ketimbang akun resmi BCA untuk merespons masalah atau keluhan yang disampaikan nasabah via twitter.
NASABAH BERESIKO: DITARGET PENIPU /2
Dan jumlah akun nasabah yang sangat beresiko ini sangat banyak. Tak semua mendapat respons atau ditangani oleh akun resmi. Namun hampir semua sudah diserbu oleh akun2 penipu. pic.twitter.com/LkpUq0l6rN
— Ismail Fahmi (@ismailfahmi) March 15, 2021
Akun-akun penipu ini biasa merespons dengan membalas atau me-mention nasabah yang diketahui tengah menghadapi masalah di layanan perbankannya.
Baca juga: KPI Pun Panggil RCTI, 5 Poin Penolakan Penayangan Acara Lamaran Atta Halilintar dan Aurel di TV
Baca juga: Bungkus Indomie Edisi Selamat Berpuasa Ramadhan Jadi Viral di Twitter, Lihat Penampakannya
Misalnya akun bodong dengan hadle @HaloBCA83532997 yang membalas twit komplain dengan kicauan berbunyi "Kami sarankan dpt menghubungi Halo BCA melalui via DM terlebih dahulu untuk pengecekan lebih lanjut di bantu via WA langsung 082183283096 Respon cepat ) Tks ^Zhila".
akun-akun penipu ini tak ayal telah menelan beberapa korban. Melalui kicauan di Twitter, beberapa korban mengaku tertipu akun-akun bodong ini dengan jumlah yang beragam, mulai Rp 2 juta, Rp 4,5 juta, hingga Rp 16 juta.
Bot "satpam" untuk bank
Menurut Ismail, selain dari sisi nasabah, sebenarnya pihak bank dalam hal ini juga perlu mengambil tindakah lebih lanjut untuk menangani masalah ini.
"Selama ini aku perhatikan solusi dari bank hanya berupa warning. Misalnya memberi tahu nama-nama akun resmi mereka yang ada centangnya dan mengimbau untuk berhati-hati," kata Ismail.
Ia menilai langkah tersebut tidak cukup. Menurut Ismail. pihak bank harus memiliki "satpam" di dunia maya untuk mengusir akun-akun palsu yang mencoba menipu nasabah mereka di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/logo-twitter_20150825_095515.jpg)