Akun Palsu

Waspada, Akun Palsu Bank Marak Beredar di Twitter dan Jerat Nasabah Lengah

Para penipu ini menggunakan nama bank besar di Indonesia dan mengincar nasabah bank tersebut. Nasabah bank-bank besar seperti BCA, BNI

Editor: Anjar
tribunkalteng.com/kompas.com
Logo Twitter.Waspada, Akun Palsu Bank Marak Beredar di Twitter dan Jerat Nasabah Lengah 

TRIBUNKALTENG.COM - Baru-baru ini, Pendiri Drone Emprit and Media Kernels Indonesia Ismail Fahmi, mengungkap maraknya penipuan berkedok akun bank besar di media sosial Twitter.

Para penipu ini menggunakan nama bank besar di Indonesia dan mengincar nasabah bank tersebut. Nasabah bank-bank besar seperti BCA, BNI dan sebagainya akan menjadi incaran.

Dilansir Banjarmasinpost.co.id dari Kompas.com, menurut Ismail, akun penipu ini memiliki bot atau semacam program otomatis yang memonitor semua percakapan di Twitter.

Bot tersebut memantau percakapan yang mengandung kata kunci terkait seperti "HaloBCA", "BNI", dan sebagainya.

Baca juga: Heboh Isu Presiden 3 Periode, Mahfud MD Sebut Presiden Jokowi Tak Setuju

Baca juga: Bandara Internasional Soekarno-Hatta Kenalkan Hotel Kapsul, Tarif Menginap Mulai dari Rp 200 Ribu

Ketika nasabah salah satu bank mengadukan masalah atau komplain dengan cara me-mention akun layanan pelanggan bank tersebut di Twitter, maka akun-akun penipu ini akan ikut menanggapi twit komplain tersebut.

Tujuannya tak lain agar nasabah mengira bahwa akun yang digunakan penipu adalah asli. Para penipu ini kemudian akan mengarahkan ke komunikasi personal layaknya Customer Service, di sinilah nasabah yang lengah bisa terjebak.

Lantas bagaimana caranya membedakan akun asli milik perbankan dan akun penipu?

Berikut ini ciri-ciri akun penipu yang bisa dikenali:

Ismail menjelaskan, kunci utama utama untuk membedakan akun bodong dengan resmi adalah dengan tanda centang biru yang ada di Twitter. Centang biru ini menandakan bahwa akun tersebut telah terverifikasi oleh Twitter.

"Ada centang biru, itu nomor satu. Itu kuncinya. Mau apapun tampaknya kalo nggak ada centang biru jangan percaya," lanjut Ismail saat dihubungi KompasTekno, Senin (15/3/2021).

Lalu, kata Ismail, cek apakah akun yang merespons keluhan atau masalah pengguna memiliki username dengan embel-embel deretan angka acak. Jika iya, pengguna perlu semakin waspada.

Pasalnya, menurut analisis Drone Emprit, akun penpu yang mengatasnamakan akun resmi seperti HaloBCA, kebanyakan menggunakan username dengan deretan angka acak, misalnya @HaloBCA45886745, @HaloBCA94345256, @qHal0BCA.

"Bot penipu yang mengaku Halo BCA memiliki logo sama dengan (akun) yang official, nama 'Halo BCA' (dengan berbagai variasi), dan akun yang mengandung angka," kata Ismail.

Menurut Ismail, kata-kata yang paling sering digunakan oleh penipu ketika sedang melancarkan aksinya di antaranya adalah "lanjut" ke "DM" dan "WhatsApp".

"Kalau dialihkan untuk DM atau chat Whatsapp, sudah lupakan itu. Lebih baik langsung telepon customer service saja," lanjut Ismail.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved