Syaban 1442 H
Selamat 1 Syaban 1442 H, Inilah Daftar Amalan Dikerjakan di Bulan Syaban
Sesuai kalender hijriah, maka 1 Syaban 1442 Hijriah akan jatuh pada hari Senin 15 Maret 2021 Masehi.
TRIBUNKALTENG.COM - Sesuai kalender hijriah, maka 1 Syaban 1442 Hijriah akan jatuh pada hari Senin 15 Maret 2021 Masehi.
Artinya, sejak hari Minggu malam (malam Senin) tanggal 14 Maret 2021 sudah memasuki bulan ke delapan kalender Hijriah.
Amalan apa saja yang sebaiknya dikerjakan saat memasuki bulan Syaban 2021 atau Syaban 1442 H?
Baca juga: Sempat Dikira Gumpalan Kapuk, Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Martapura Banjarmasin
Baca juga: Digerebek Polisi Banjarmasin di Kediaman, Bule Kedapatan Simpan 11 Paket Sabu
Baca juga: Netflix Akan Tindak Pengguna Akun yang Berikan Akses Layanan pada Orang yang Tak Serumah
Sekadar diketahui, ada sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan di Bulan Syaban yang mendekati masuknya Ramadhan Hijriah. Termasuk amalan doa menyambut Syaban yang dulu dilakukan Rasulullah.
Setelah bulan Rajab berakhir, akan datang bulan Syaban 2021, terdapat pula Nisfu Syaban dan dilanjut dengan Ramadhan 2021.
Terdapat Doa Rasulullah di Bulan Syaban. Doa tersebut dibaca Rasulullah saat menyambut bulan ke-8 pada penanggalan hijriyah ini.
Lantas bagaimana doanya? Simak dulu keutamaan Bulan Syaban berikut ini.
Menurut ceramah Ustadz Abdul Somad, terdapat banyak keistimewaan di Bulan Syaban, salah satunya malam Nisfu Syaban.
Waktu malam nisfu Syaban jatuh pada hari ke 14 Syaban.
Ustaz Abdul Somad mengatakan, hadis-hadis tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban yang selama ini digunakan, kebanyakan hadis-hadis dhaif (lemah).
Ustaz Abdul Somad membacakan salah satu hadis dhaif tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban yang mengisahkan bahwa Aisyah melihat Nabi Muhammad sujud lama sekali.
Usai shalat Aisya bertanya pada Rasul kenapa sujudnya lama sekali.
Rasul SAW balik bertanya apakah kamu tidak tahu malam ini adalah malam ampunan.
Hadis tersebut, kata Ustaz Abdul Somad, adalah hadis dhaif.
“Lalu, apakah hadis dhaif itu tidak boleh diamalkan, jawabannya bisa. Mengapa? Karena memenuhi lima syarat diantaranya untuk fadhail a’mal dan hadis tersebut berada di bawah naungan hadis shahih,” kata Ustaz Abdul Somad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribunkaltengcom-nisfu-syaban.jpg)