Breaking News:

Pencabulan Anak Kalteng

Pencabulan Anak di Kalteng, Suka Memberi Uang Kepada Anak-anak, Kakek Cabuli Dua Bocah

Seorang kakek berusia 64 tahun dengan inisial SR ditangkap polisi lantaran ketahuan melakukan perbuatan cabul terhadap anak wanita di bawah umur.

Foto Polres Katingan
Kakek cabul asal Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, saat diamankan Polres Katingan. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, KATINGAN - Seorang kakek berusia 64 tahun dengan inisial SR ditangkap polisi lantaran ketahuan melakukan perbuatan cabul terhadap anak wanita di bawah umur. Kakek cabul ini, akhirnya ditangkap polisi, akhir pekan tadi setelah korban pencabulan menceritakan perbuatan asusilanya kepada orang tuanya.

Informasi terhimpun, SR kakek cabul tersebut kabarnya memang suka memberi uang kepada anak-anak sehingga terkadang anak-anak auka datang ke rumahnya untuk meminta uang kepada kakek yang ternyata adalah pelaku pencabulan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah ini.

Mapolsek Bukitbatu Palangkaraya Layani Pembuatan SIM Warga Pinggiran

Hingga, Minggu (7/2/2021) penyidik Polres Katingan masih memproses hukum sang kakek. Di masa tuanya sang kakek harus menikmati hari tuanya di dalam penjara Polres Katingan atas perbuatannya yang melakukan tindak asusila kepada anak-anak wanita di bawah umur.

Penyidik dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sudah menetapkannya sebagai tersangka pelaku perbuatan pencabulan terhadap anak dibawah umur, pada Jum'at (5/2/2021) lalu setelah terungkap ada dua korban yang melapor.

Namun begitu polisi masih melakukan mendalami jika ada kemungkinan adanta korban lain."Perbuatan cabul tersebut terjadi pada Senin 2 Februari 2021 sekira pukul 11.00 WIB di rumah pelaku wilayah Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan, Kalteng. Korban pencabulan ada dua, S (7) dan W (12)," ujar Kasat Reskrim Polres Katingan, Iptu Adhy Heriyanto, Minggu (7/2/2021) yang mewakili Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah.

Kasatreskrim Iptu Adhy Heriyanto, menjelaskan, peristiwa pencabulan tersebut terjadi saat korban S mengajak temanya W ke rumah pelaku dengan tujuan mau minta uang, karena selama ini, kakek tersebut memang dikenal suka memberi uang kepada anak-anak.

Sampai di rumah pelaku kedua korban diajak masuk ke dalam rumah. Cilakanya, anak kecil inipun tidak menyangka, saat dibawa masuk sang predator anak-anak ini, kemudian melakukan pencabulan terhadap korban hingga mengancam korban agar tidak memberitahukan perbuatan bejatnya kepada orang lain.

Seperti yang diungkapkan Kasat Reskrim Polres Katingan saat memberikan keterangan kepada pers. Kakek tua tersebut mengancam korbannya jika berani buka mulut atas perlakuannya."Jangan bilang sama orang lain lah nanti ku bawa parang kubunuh kamu ,” ujar Kasatreskrim menirukan ancaman pelaku terhadap dua anak wanita yang jadi korban pencabulan sang kakek cabul.

Mendapat ancaman tersebut membuat korbannya takut dan akhirnya korban hanya diam saja, hingga pelaku selesai melakukan aksinya lalu memberikan uang sebesar Rp5 ribu kepada S dan uang sebesar Rp10 ribu kepada korban W hingga kedua korban langsung pulang.

Namun, beberapa hari kemudian korban mengeluhkan sakit di bagian kemaluannya saat buang air kecil, sehingga orang tua korban curiga melihat anaknya merasa sakit saat buang air kecil yang kemudian orang tuanya menannyakan kepada korban sehingga akhirnya terungkap kasus tersebut dan orang tua korban melaporkannya kepada polisi.

Kasatreskrim Iptu Adhy Heriyanto, mengatakan, hingga, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan memintai keterangan terhadap korban dan orang tua korban dan masih mendalami jika masih ada korban lainnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti undang-undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas undang-undang Nomor 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman selama 15 tahun kurungan dan denda sekitar Rp. 300 Juta. (Tribunkalteng.com / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved