Wabah Virus Corona
Update Covid-19 : 100 Dokter Paru di Indonesia Terpapar, 5 Diantaranya Meninggal Dunia
Sebanyak 100 orang dokter paru di Indonesia terpapar Covid-19 per 5 Januari 2021, 5 diantaranya meninggal dunia
TRIBUNKALTENG.COM - Sebanyak 100 orang dokter paru di Indonesia terpapar Covid-19 per 5 Januari 2021.
Diantara 100 orang itu, 5 dokter paru tersebut meninggal dunia.
Data tersebut berasal dari satuan tugas (Satgas) Covid-19 dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).
Disampaikan oleh Ketua Pengurus Pusat PDPI, Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K), bahwa 100 dokter terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 tersebut didapatkan dari hasil tes swab (PCR).
Baca juga: Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar, Wali Kota Bogor Bima Arya bereaksi.
Baca juga: Terjebak di Bangunan Sarang Walet yang Disatroninya, Pencuri di Kotim Ini Ditangkap Polisi
"Ada yang masih dalam perawatan dan isolasi mandiri 10 orang. Tapi, sebagian besar sudah sembuh dan beraktivitas kembali," kata Agus kepada Kompas.com, Selasa (5/1/2021).
Namun, data terbaru yang didapatkan dokter Agus juga menyatakan bahwa ada 2 dokter dari Solo yang mengalami re-infeksi atau terinfeksi kembali setelah sembuh dari infeksi Covid-19.
Sementara itu, dari 5 dokter paru yang telah meninggal dunia diketahui 1 berasal dari Aceh, 2 dari Medan, 1 dari Kalimantan Selatan dan 1 dokter lainnya berasal dari DKI Jakarta.
Butuh kerjasama semua pihak
Sepeti diketahui, hingga saat ini meskipun sudah memasuki bulan ke-11, pandemi Covid-19 di Indonesia tidak kunjung usai.
Bahkan, para ahli epidemiolog juga menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia belum juga mencapai puncak dari gelombang satu.
Hal ini dikarenakan, angka positivity rate atau kasus kejadian setiap hari masih terus melonjak dan tidak kunjung melandai.
"Kita itu prinsipnya dalam menghadapi pandemi ini kerjasama semua pihak, termasuk masyarakat, bukan hanya pemerintah dan rumah sakit," tegas Agus.
Sebab, menurut Agus, rumah sakit itu sebenarnya hanyalah pilar terakhir atau garda terakhir.
Di mana jika pasien sudah mengalami sakit, barulah RS bisa bertindak dan mengambil tindakan untuk mengobatinya jika masih memungkinkan untuk dapat disembuhkan.
Namun, beda halnya jika terus-menerus semakin banyak masyarakat yang terinfeksi Covid-19, itu justru berbahaya untuk dirinya sendiri dan juga bangsa Indonesia secara umum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/corona-ilustrasi-kalsel.jpg)