Wabah Corona di Kalteng
Update Covid-19 Kalteng: Positif Bertambah 57 Orang, Terbanyak dari Kotim
GTPP Provinsi Kalteng mencatat penambahan 57 orang positif Covid-19 dan terbanyak dari Kabupaten Kotim mencapai 37 orang.
Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
TRIBUN KALTENG.COM, PALANGKARAYA - Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 hari ini di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) sebanyak 57 orang, Senin (14/9/2020) sore.
Ketua GTPP Provinsi Kalteng, H Sugianto Sabran, melalui juru bicara, dr Caroline Ivonne, menyebutkan, atas penambahan 57 orang tersebut sehingga totalnya sampai hari ini sebanyak 3.022 orang.
"Dari jumlah penambahan terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, Kabupaten Kotawaringin Timur atau Kotim paling banyak, mencapai 37 orang," sebutnya.
Untuk warga yang dalam perawatan bertambah 37 orang sehingga total 616 orang, pasien yang sembuh bertambah 19 orang sehingga totalnya 2.288 orang, meninggal bertambah 1 orang sehingga total mencapai 118 orang.
Sementara itu, di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Barito Timur juga terjadi penambahan terkonfirmasi positif masing-masing sebanyak 14 orang. Dan, di Kabupaten Seruyan bertambah 2 orang.
Di sisi lain, H Sugianto Sabran yang juga Gubernur Kalteng ini meminta warganya agar tetap berhati-hati terhadap penularan virus corona.
• Polsek Katingan Tengah Kalteng Intensifkan Pengecekkan Air Sungai Antisipasi Banjir
• Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan, Bawaslu Kalteng Tunggu Aturan Pusat
• Polda Kalteng Turunkan AWC Lakukan Penyemprotan Desinfektan di Lokasi Rawan Covid di Palangkaraya
• Mantir Adat Dayak Dirangkul Suarakan Pilkada Aman dan Damai di Kalteng
• Pengguna Jalan di Bundaran Besar Palangkaraya Dapat Masker Gratis, Ini Harapan Kapolda Kalteng
• Brimob Diturunkan Awasi Objek Vital Lokasi Tahapan Pilkada Kalteng
"Kewaspadaan juga harus dilakukan di dalam rumah jika ada salah satu anggota keluarga yang kerap bepergian," ujarnya.
Dia menyampaikan, seseorang yang tidak pernah bepergian bukan berarti terbebas dari penularan Covid-19.
"Bahkan, disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan tidak menjamin bahwa seseorang tersebut tidak akan tertular. Jika ada salah satu anggota keluarga yang mobilitasnya tinggi, maka ada kemungkinan akan menjadi pembawa virus atau carrier Covid-19," katanya mengingatkan.
Karena itu dia mengimbau masyarakat harus berpikir bahwa diri sendiri bisa menjadi ancaman bagi orang lain. Dalam artian, seseorang yang sudah terpapar Covid-19 memungkinkan untuk menularkan virus tersebut kepada orang lain, termasuk kepada anggota keluarga.
"Kita satu sama lainnya harus mampu melindungi, mengingatkan dan juga membantu mengatasi persoalan yang ada dengan menjaga jarak minimal 1 meter, maka kita telah melindungi orang lain. Bagi anggota keluarga yang mobilitasnya tinggi agar patuh terhadap protokol kesehatan serta tetap harus meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.
Menurut Sugianto, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah. Karena, sebagian besar pasien yang terinfeksi virus corona tidak merasakan gejala.
Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 ini lebih berbahaya jika menularkan kepada mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Kebanyakan para Orang Tanpa Gejala (OTG) ini adalah anak muda yang mobilitasnya tinggi.
"Maka dari itu, selama pandemi Covid-19 belum berakhir, lebih baik mengurangi aktivitas di luar rumah," imbaunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/petugas-di-palangkaraya-menunjukkan-rompi-bertuliskan-pelanggar-protokol-kesehatan.jpg)