Wabah Virus Corona
WHO Warning Soal Penyebaran Covid-19 Global, Ghebreyesus : Yang Terburuk Belum Datang
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memberikan 'warning' soal penyebaran virus corona (Covid-19) global.
Editor : Hari Widodo
TRIBUNKALTENG.COM - Gelombang penyebaran Covid-19 agaknya masih belum akan mereda dalam waktu dekat ini.
Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memberikan 'warning' soal penyebaran virus corona (Covid-19) global.
Meski mengakui sejumlah negara membuat prospek signifikan dengan menurunnya angka terinfeksi, WHO mengatakan 'yang terburuk belum datang'.
"Secara global, pandemi ini masih naik," kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam sebuah konferensi pers virtual, dikutip dari CNBC International, (29/06/20).
• Positif Covid-19 di Kalteng Meningkat Drastis, Bertambah 42 Orang, Penularan Kian Sulit Dikendalikan
• Rakumpit, Satu-satunya Kecamatan di Palangkaraya yang Bebas Covid-19
• Tanggap Darurat Covid-19 Kalteng Diperpanjang Hingga September 2020
"Kita ingin ini selesai. Kita ingin dapatkan kembali kehidupan kita. Tetapi realitas terberatnya adalah ini belum juga mendekati akhir."
Dari data Universitas Johns Hopkins, virus corona telah menginfeksi 10,1 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan kematian 502 ribu pasien.
Sebanyak 60% kasus harian baru datang dari negara-negara Amerika berdasarkan data WHO per Minggu (28/06/20).
Lebih dari 23% dari 189.077 kasus baru secara global ditemukan di AS.
Brasil adalah negara dengan kasus baru terbanyak pada data yang dipaparkan WHO tersebut hari itu.
"Beberapa kasus bangkit lagi di beberapa negara ketika mereka membuka kembali ekonomi dan komunitas mereka," kata Ghebreyesus
"Banyak orang masih rentan. Virus ini memiliki banyak ruang untuk bergerak, dan gejalanya selalu bertambah dengan hal-hal yang di luar dugaan."
Sebelumnya, sejumlah negara mengalami serangan gelombang II Covid-19. Sebut saja Korea Selatan, China dan Amerika Serikat (AS).
Gelombang kedua di AS terjadi ketika negeri Presiden Donald Trump membuka kembali aktivitas bisnis dan melonggarkan pembatasan sosial.
Kasus baru melonjak dan mencapai rekor di beberapa negara bagian terutama di kawasan Selatan dan Barat, seperti Florida, Texas, California dan Arizona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/direktur-jenderal-world-health-organization-who.jpg)