Wabah Corona di Kalteng

Rakumpit, Satu-satunya Kecamatan di Palangkaraya yang Bebas Covid-19

Kecamatan Rakumpit berada di pinggiran Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut, penduduknya pun paling sedikit

Penulis: Fathurahman | Editor: Edinayanti
polresta palangkaraya
Petugas dari Polresta Palangkaraya saat melakukan mensosialisasikan kepada warga setempat agar mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Meskipun Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, merupakan daerah paling banyak terdapat kasus Positif Covid-19 di Kalimantan Tengah, ternyata dari lima kecamatan yang ada, Kecamatan Rakumpit satu-satunya yang nol penyebaran covid-19 di Kota Cantik.

Kecamatan Rakumpit berada di pinggiran Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut, penduduknya pun paling sedikit dibandingkan dengan empat kecamatan lainnya.

Jumlahnya hanya mencapai 3.745 jiwa berdasarkan data dari Pemko Palangkaraya tahun 2017.

Jumlah penduduk paling sedikit dan luas wilayah Kecamatan Rakumpit cukup luas diperkirakan menjadi penyebab kecamatan ini tidak ada warganya yang terkontaminasi atau tertular covid-19.

Penutupan Pasar Besar Palangkaraya Tak Berpengaruh Pada Kenaikan Harga

Menteri Agama Fachrul Razi Pastikan Bantu Santri untuk Bisa Kuliah

Wujudkan Food Estate di Eks Lahan PLG Kalteng, Tahap I Ini Pemerintah Siapkan Lahan 30.000 Hektare

Ketua Harian Gugus Covid-19 Kota Palangkaraya, Emi Abriyani, mengatakan, empat kecamatan di Palangkaraya masuk dalam wilayah sebaran kasus covid-19, yakni, Pahandut, Jekanraya, Bukitbatu dan Kecamatan Sebangau.

"Hanya Rakumpit, tidak terdapat satu pun Kasus Covid-19, sehingga dinyatakan sebagai satu-satunya kecamatan zona hijau di Kota Palangkaraya,” ujarnya.

Lebih jauh, Emi mengungkapkan, pada tingkat kelurahan, kasus positif covid-19 tertinggi berada di Kelurahan Menteng, Kelurahan Bukit Tunggal, dan Kelurahan Pahandut.

Sebab itu, Kota Palangkaraya dalam waktu dekat akan menerapkan kembali pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

Dalam waktu dekat, akan diterapkan kembali, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua.

Akan diberlakukan blocking area pada RT yang paling banyak terdapat kasus positif covid-19.

Pihaknya masih melakukan pengkajian skema blocking area tersebut, untuk membatasi pergerakan masyarakat di tingkat RT terutama yang masuk Zona Hitam,” ujarnya.

Rencananya Pemerintah Kota Palangkaraya, melalui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) covid-19, akan menggelar rapid test massal, dengan menyediakan sebanyak 20 ribu unit alat tes.

Sementara itu, Polresta Palangkaraya telah membentuk Satgas Aman Nusa yang aktif melakukan patroli.

Kabagops Polresta Palangkaraya, Kompol Hemat Siburian, mengatakan, pihaknya telah membagi beberapa kelompok bertugas untuk melakukan patroli pada kawasan fasilitas umum.

"Petugas patroli menyampaikan sosialisasi kepada para pengelola fasilitas umum dan masyarakat tentang anjuran penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam kegiatan sehari-hari jelang New Normal," ujarnya.

Orang nomor tiga di Polresta Palangkaraya ini, mengharapkan, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan di tengah wabah Covid-19.

"Warga wajib menggunakan masker, physical distancing dan menjaga kesehatan serta kebersihan diri,” ujarnya.

tribunkalteng.com/ faturahman

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved