Berita Tanahlaut
Bupati Tanahlaut Kalsel Minta Perusahaan Lakukan Rapid Test, Begini Respons Pelaku Usaha
Bupati Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Drs H Sukamta MAP telah menginstruksikan seluruh perusahaan melakukan rapid test terhadap karyaw
Penulis: Idda Royani | Editor: edi_nugroho
Editor: Edi Nugroho
TRIBUNKALTENG, PELAIHARI -Dalam upaya memasifkan cegah tangkal terhadap risiko penularan virus corona (covid-19), Bupati Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Drs H Sukamta MAP telah menginstruksikan seluruh perusahaan melakukan rapid test terhadap karyawan.
Instruksi tersebut sebagai upaya percepatan penyisiran potensi penularan vitus ganas tersebut. Karena itu, orang-orang yang dinilai rentan terhadap risiko paparan covid-19 harus di-rapid test.
Orang-orang yang memiliki kerentanan seperti itu yakni kalangan karyawan minimarket dan karyawan perusahaan. Ini berkaitan dengan interaksi jarak dekat dan tingginya mobilitas.
• Pembangunan Jalan Layang di Bukitrawi Kalteng Belum Tuntas, Anggaran Tersedot ke Sini
Karyawan minimarket dinilai rentan karena berada di tepi jalan raya dan kerap disinggahi pembeli dari berbagai asal tempat tinggal (daerah). Sementata itu karyawan perusahaan dinilai rentan karena sebagiannya memiliki mobilitas tinggi seperti kerap bepergian keluar daerah.
Wabup Tala H Abdi Rahman SPd mengatakan perusahaan mesti melakukan rapid test secara mandiri. Artinya, menyiapkan alat yang diperlukan serta tempat dan pelaksanaannya.
Hal tersebut direspons positif kalangan pelaku usaha di Tala. Manajemen PT Jorong Barutama Greston (JBG) misalnya menyatakan sangat mendukung instruksi tersebut.
• Jalan Bukitrawi Kalteng Terendam, Banyak Mobil Tertahan di Lokasi Menghindari ini
"Tentu kami akan melaksanakannya. Saat ini kami sedang mengupayakan mencari alat rapid test-nya. Ini juga tak gampang sekarang untuk mendapatkannya," ucap Mine Head PT JBG Ir I Gde Widiade, Rabu (6/5/2020).
Didampingi bawahannya yang membidangi urusan eksternal, Idhar, Gde mengatakan sejak mewabahnya covid-19 pihaknya selama ini juga telah menerapkan protokol cegah tangkal covid-19.
Antara lain implementasinya yakni membekali seluruh karyawan dengan thermometer. Tiap hari sebelum memulai aktivitas (pekerjaan) lebih dulu harus mengukur temperatur tubuh menggunakan alat sederhana ini.
Bahkan manajemen perusahaan tambang batu bara yang berada di wilayah Kecamatan Jorong tersebut juga membikin formulir digital 'JBG Daily Health Monitong, Covid-19' yang tiap hari wajib diisi oleh seluruh karyawan.
• RESMI! Laboratorium Swab Covid-19 RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya Beroperasi
"Itu sama dengan standar menteri. Jadi, sebelum memulai pekerjaan, masing-masing wajib mengisinya. Termasuk di dalamnya ada isian suhu tubuh," papar Gde.
Ia menuturkan sebenarnya manajemen ingin membekali karyawan dengan thermogun (alat pengukur suhu tubu berbentuk seperti pistol). Namun alat ini sekarang juga sulit didapatkan.
"Tapi menurut saya thermometer lebih efektif karena meski kita berada di ruangan berpendingin (AC), ketiak tetap saja hangat, tetap stabil. Beda kalau kening, kalau lama di ruangan ber-AC kan pasti dingin juga," tuturnya.
Lebih lanjut ia mengatakan social/physical distance juga telah lama diberlakukan. Seperti perenggangan semua tempat interaksi seperti kursi di ruang tunggu, di ruang kerja, kafetaria, dan lainnya.
• Bekas Senjata Rahasia Musuh Agen 007 Topi Bowler Film James Bond Goldfinger Laku Rp 565 Juta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/perusahaan-bantu-apd.jpg)