Breaking News:

Kesehatan

Inilah Rentang Usia Anak yang Paling Banyak Terinfeksi DBD dan Meninggal Dunia

Data Kementerian Kesehatan menyebut dari Januari hingga tanggal 30 April 2020, terdapat 49.931 jumlah kasus pasien DBD di seluruh wilayah Indonesia.

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Ilustrasi - RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ melakukan fogging di Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, NTT. 

3. Usia 5-14 tahun, jumlah kasus mencapai 29 persen dengan angka kematian mencapai 35 persen.

4. Usia 15-44 tahun, jumlah kasusnya mencapai 35 persen dengan angka kematian mencapai 14 persen.

5. Usia di atas 44 tahun, jumlah kasusnya mencapai 11 persen dengan angka kematian mencapai 11 persen.

Selain kondisi yang mengharuskan anak-anak berlajar di rumah dan daya tubuh yang rentan terinfeksi, ketidakdisiplinan dalam mengelola kebersihan lingkungan menjadi faktor lainnya kasus DBD pada anak ini meningkat.

Menurut Nadia, saat ini warga banyak berada di rumah, tetapi pemberantasan sarang nyamuk yang dilaksanakan masyarakat kurang optimal.

"Sehingga kasus DBD kadang-kadang banyak, bahkan menimbulkan kejadian luar biasa," ujar dia.

Oleh sebab itu, di tengah pandemi Covid-19 yang masih masif terjadi ini, Nadia mengingatkan perlunya meningkatkan kewaspadaan.

Kewaspadaan tidak hanya terhadap Covid-19 saja, melainkan penyakit lainnya yang juga masih sangat berpotensi terjadi di tengah pandemi dan perubahan cuaca saat ini.

Contohnya adalah genangan air ataupun tumpukan sampah yang sangat besar sehingga bisa menjadi sarang atau tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada, Anak 5-14 Tahun Paling Banyak Terinfeksi DBD dan Meninggal Dunia"

Penulis: A Mas Ramadhani
Editor: Rahmadhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved