Breaking News:

Pilpres 2019

Mengaku Sudah Telepon Prabowo, Luhut Pandjaitan Ungkap Isi Percakapannya

Meski begitu, Luhut mengaku sudah berbicara cukup panjang melalui sambungan telepon secara langsung.

FB Luhut Binsar Panjaitan
Luhut Binsar Panjaitan saat menemui pengasuh pondok pesantren Nurul Cholil Bangkalan, KH. Zubair Muntashor, Rabu (3/4/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Mendapat amanat dari Presiden Jokowi, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengaku belum sempat bertemu langsung dengan Prabowo Subianto.

Meski begitu, Luhut mengaku sudah berbicara cukup panjang melalui sambungan telepon secara langsung.

"Bicara baik-baik, ketawa-ketawa, ya kita janjian mau ketemu. Hari minggu kemarin tapi kemudian ada masalah teknis beliau agak sakit flu, kita reschedule. Nanti saya telepon lagi (atur jadwal), kami kan bisa telepon-teleponan," ujar Luhut di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/4).

Erin Taulany Lapor ke Polisi, Mengaku Akun Instagram Miliknya Dihack Orang Tak Dikenal

Viral Videonya Temui Deddy Corbuzier, Lucinta Luna Ditanya Soal Jakun, Itu Bisul

Pria Ini Lakukan Masturbasi di Depan Atlet Berbikini di Pantai, Selanjutnya Ini yang Terjadi

Luhut menjelaskan, pembicaraan dengan Prabowo diwarnai dengan canda tawa dan sedikit bercerita masa lalu, sewaktu masih menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) aktif.

Ia menilai, Prabowo merupakan orang baik dan memiliki pemikiran yang rasional dalam melihat suatu persoalan.

"Pak Prabowo kan orang baik, jadi saya hanya titip saja sebenarnya mau bilang ya jangan terlalu didengerin lah kalau pikiran-pikiran yang terlalu gak jelas basisnya. Karena pak Prabowo orang rasional juga," ujar Luhut.

"Bagaimana pun Pak Prabowo itu harus menjadi bagian sejarah Republik Indonesia, karena pak Prabowo itu seorang pemimpin juga. Beliau itu aset bangsa, beliau itu patriot, patriotisme enggak bisa dipungkiri. Kepedulian pada Republik ini enggak bisa dipungkiri," sambung Luhut.

Pengamat politik Universitas Pramadina, Hendri Satrio menilai, jika Jokowi dan Prabowo bisa bertemu langsung dapat menyejukan suasana. Jokowi disarankan untuk menemui langsung Prabowo Subianto.

"Sebaiknya langsung Jokowi saja yang ketemu. Jadi ngak ada noise atau salah-salah pesan komunikasi, kalau pakai utusan," ujar pendiri lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini.

"Jadi kalau langsung, jika nanti ada laporan-laporan kecurangan dari Prabowo, bisa langsung ditindaklanjuti pak Jokowi," jelasnya.

Karena itu, imbuh dia, sudah waktunya dua capres baik Jokowi dan Prabowo duduk bersama untuk membahas negeri ini pasca Pilpres 2019.

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyindir Jokowi yang mengirim Luhut sebagai utusan, bertemu dengan Prabowo Subianto.

"Memang Pak Luhut ini kelihatannya orang yang sangat dipercaya oleh Pak Jokowi dan orang yang kelihatannya menggerakkan pemerintahan itu, bahkan saya pernah mengatakan kepada Pak Luhut, Pak Luhut ini the real president. Jadi yang mau negosiasi Jokowi atau the real president?" sindir Fadli.

Menurut Fadli pertemuan tersebut tidak diperlukan. Fadli tidak tahu apa yang perlu dibicarakan antara Jokowi dan Prabowo.

Menurut dia, belum saatnya pertemuan itu dilakukan. Fadli mengatakan ini adalah saatnya berkonsentrasi untuk mengawal suara.

Sebab, kata dia, di media sosial banyak laporan mengenai dugaan kecurangan yang harus dijawab.

"Saya kira itu dulu sampai tuntas. (Kalau ketemu) mau ngomong apa? Mau bahas apa coba?" kata dia.

Pilpres belum Usai

Cawapres Sandiaga Uno mempertegas Pemilu Presiden 2019 belumlah usai. Masih ada proses rekapitulasi suara yang masih harus dikawal. Apalagi, data CI yang dimiliki BPN Prabowo-Sandi, cukup baik.

"Suara C1 yang dimiliki BPN menunjukkan kekuatan dan hasil yang baik buat Prabowo Sandi oleh karena itu perjuangan belum selesai, kerja belum tuntas," ujar Sandiaga.

Menurut Sandiaga, perjuangan terus dilakukan bukan karena masalah menang atau kalah dan berhasil atau tidak. Melainkan bagaimana ikhtiar menghadirkan perubahan dilakukan dengan maksimal dan tuntas.

"Perjuangan Prabowo-Sandi bukan hanya perjuangan berhasil atau tidak. Bukan perjuangan menang atau kalah, tapi perjuangan Prabowo-Sandi adalah menghadirkan perubahan menuju Indonesia adil makmur," katanya.

Termasuk menurut Sandiaga perjuangan menghadirkan Pemilu yang demokratis. Pemilu yang lebih baik dari Pemilu-pemilu sebelumnya.

"Demokrasi yang mengedepankan semangat saling menghormati. Non intervensi, jujur adil dan bebas dari kecurangan,"pungkasnya.

Sementara itu, Cawapres nomor urut 01 Kiai Ma'ruf Amin masih enggan dipanggil wakil presiden saat menyambangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kemarin. Kehadiran Kiai Ma'ruf dalam rangka bersilaturahmi dengan PBNU.

Turut dihadiri Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Rais Syuriyah PBNU Mustofa Aqil Siroj dan Ali Akbar Marbun, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, serta pengurus PBNU lainnya.

Saat menyampaikan tausiah, Kiai Ma'ruf menyampaikan rasa syukur karena berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga, pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Kiai Maruf unggul dari pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Bersyukur karena quick count, kebetulan memenangkan pak Jokowi dan saya. Menang di quick count, belum di real count. Karena itu jangan dipanggil wapres dulu, karena belum resmi ditentukan oleh KPU real count-nya," kata Ma'ruf.

Para peserta yang hadir di pertemuan ini, menjawab seruan dari Ma'ruf dengan panggilan wakil presiden (Wapres). "Siap wakil presiden!" katanya.

Ma'ruf yang mengenakan jas abu-abu dengan dalaman koko putih, terusan sarung hijau tua itu, lantas tersenyum. Namun, ia meminta untuk tidak dipanggil Wapres.

"Jangan dulu, tahan dulu," tutur Ma'ruf seraya tersenyum. Seorang peserta pun menjawab dengan, "Siap! Siap!" ujarnya. "Boleh kalau siap," kata Ma'ruf disambut tawa para hadirat.

"Mudah-mudahan real count sama dengan quick count. Dan selama menunggu itu, tidak ada kejadian apa-apa. Aman dan tertib. Ini yang kita harapkan supaya negeri ini tetap aman," kata Maruf. (tribun network/den/sen/mal/fik/yat)

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Luhut Pandjaitan Mengaku Sudah Telepon Prabowo, Inilah Isi Percakapannya, http://kaltim.tribunnews.com/2019/04/23/luhut-mengaku-sudah-telepon-prabowo-ini-isi-percapannya?page=all

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved