Kelotok Tenggelam

Penyelam Dikerahkan Cari Dua Korban Kelotok Tenggelam di DAS Kumai

Pencarian korban kelotok tabrakan dan tenggelam di Sungai Kapitan, DAS Kumai, Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat terus dilakukan.

Penyelam Dikerahkan Cari Dua Korban Kelotok Tenggelam di DAS Kumai
istimewa/Basarnas
Petugas melakukan pencarian dua korban kelotok tabrakan dan tenggelam di Sei Kapitan, Kumai, Kobar, Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALANBUN - Pencarian korban kelotok tabrakan dan tenggelam di Sungai Kapitan, DAS Kumai, Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, hingga, Rabu (21/11/2018) terus dilakukan.

Bahkan, tim pencari dua korban kelotok tenggelam dan hilang di TKP hingga menurunkan sebanyak 20 orang personil tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polair, Polsek, Polres, KSOP , dan instansi lainnya termasuk masyarakat terus dilakukan.

Sebanyak empat unit armada di kerahkan untuk mencari korban tenggelam di Sungai Kapitan, lokasi terjadinya tabrakan dua kelotok yang mengangkut barang dan penumpang yang tenggelam, Selasa (20/11/2018) pukul 00.00 wib.

Terima Laporan Penyalahgunaan Dana Desa, Satgas Dana Desa Kemendes PDTT Turun ke Kapuas

Lebih Satu Bulan Buron, Pelaku Curanmor Ini Akhirnya Diringkus Polisi

Jalur Pangkalanbun-Kolam Terendam, Sekali Menyeberang Bayar Rp 50 Ribu

Kepala Basarnas Banjarmasin, Mujiono, melalui Koordinator Basarnas Pangkalanbun, Indra mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pencarian.

Dua korban yang masih hilang yakni, Suman Zaidan Fahrezi berumur 2 tahun 6 bulan dengan alamat Jalan Keramat RT.12 Kelurahan Kumai Hilir Kecamatan Kumai Kabupaten Kobar , Kalteng.

Sedangkan satu lagi dengan nama Raihan berumur 1 tahun 2 bulan, tinggal di Jalan Iskandar RT 18 Kelurahan Madurejo Kecamatan Arsel Kabupaten Kobar, Kalteng.

Kadiv PAS Kemenkum HAM Kalsel Disiram Air Keras, Polisi Temukan Ini di TKP

Dilamar Dedy Corbuzier Dengan Cincin Berlian, Begini Perasaan Sabrina Chairunnisa

"Ada sejumlah penyelam dari warga lokal yang turut membantu kami dalam usaha pencarian dua korban tenggelam tersebut, tetapi memang sampai siang ini masih nihil. Kami melakukan pencarian hanya sampai sore hari, sedangkan siang personil kembali untuk istirahat," ujar Indra.

Seperti diberitakan, tabrakan maut dua kelotok bermuatan barang dan belasan orang penumpang tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kumai, Pangkalanbun, Selasa (20/11/2018) Pukul 00:00 WIB, dalam insiden tersebut, satu anak dinyatakan tewas, dan dua orang anak hilang. (tribunkalteng.com/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved