Anak di Kotim Terpapar Radikalisme
Densus 88 Deteksi Dua Anak di Kotim Terpapar Radikalisme Lewat Game Online Roblox
Terungkap di Kotawaringin Timur, ada 2 anak yang terpapar paham radikalisme melalui game online roblox yang dianggap cukup mengkhawatirkan
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati. Dirinya mengungkapkan adanya dua anak di wilayah Kotim yang terdeteksi terpapar paham radikalisme melalui game online.
- Hal itu berdasarkan investigasi dari Densus 88 terjun ke wilayah tersebut.
- Hingga diharapkan agar para orang tua dan sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap penggunaan ponsel anak-anak.
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Paham radikalisme tak hanya menyerang orang dewasa, tak kenal uia, hingga bisa dari berbagai kalangan. Terungkap di Kotawaringin ada terpapar dari paham berbahaya ini.
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati. Dirinya mengungkapkan adanya dua anak di wilayah Kotim yang terdeteksi terpapar paham radikalisme melalui game online.
Temuan tersebut diketahui setelah Densus 88 Antiteror melakukan pemantauan dan turun langsung ke Kotim.
Irawati mengatakan, informasi tersebut ia terima langsung dari tim Densus 88 yang dipimpin seorang perwira menengah berpangkat Kombes Pol.
Kedatangan tim ini juga bertepatan dengan pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Kemarin saya menerima informasi langsung dari Densus 88 yang datang ke Kotim. Memang ada dua anak kita yang terindikasi mengikuti paham radikalisme,” ujar Irawati, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, pola perekrutan dilakukan secara bertahap melalui game online yang banyak dimainkan anak-anak.
Setelah itu, korban diarahkan masuk ke grup WhatsApp untuk menerima doktrin lanjutan.
“Awalnya lewat game-game online. Dari situ mereka diajak masuk ke grup WhatsApp. Di sanalah mulai diajarkan kebencian dan kekerasan,” jelasnya.
Menurut Irawati, salah satu game yang digunakan sebagai pintu masuk adalah game yang mengandung unsur kekerasan, seperti Roblox.
Anak-anak yang masih labil dinilai sangat mudah dipengaruhi melalui permainan tersebut.
“Di dalam grup WA itu diajarkan bagaimana cara membunuh, bagaimana membenci orang lain, termasuk doktrin radikalisme agama,” katanya.
Ia menambahkan, faktor perundungan atau bullying juga sering dimanfaatkan untuk memperkuat doktrin kebencian kepada anak-anak tersebut.
Dua anak yang terdeteksi berasal dari wilayah perkotaan di Kotim dan saat ini masih berada dalam pengawasan ketat aparat serta instansi terkait.
“Anak-anak itu sekarang dalam pengawasan PPA Polwan dan juga P2P3KB. Masih bisa dibina dan dikontrol,” ungkap Irawati.
| Cegah Paham Kekerasan, Orang Tua Diminta Awasi Anak Main Gawai, Pahami Dampak Negatif |
|
|---|
| Jejak Jaringan Bom SMAN 72 Jakarta Menyasar Anak di Kotim, Intens Komunikasi di Grup Obrolan |
|
|---|
| Katim Pencegahan Densus 88: Anak-anak Rentan Terpapar Konten Kekerasan Lewat Ruang Digital |
|
|---|
| Respon Kesbangpol Kalteng Soal 2 Anak di Kotim Terindikasi Mengarah Paham Kekerasan |
|
|---|
| Ini Penjelasan Kapolres Kotim Soal 2 Anak Diduga Terindikasi Paham Radikalisme Lewat Game Roblox |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/irawati-5-Jan-2026.jpg)