Anak di Kotim Terpapar Radikalisme

Katim Pencegahan Densus 88: Anak-anak Rentan Terpapar Konten Kekerasan Lewat Ruang Digital

Katim Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 Polri, Iptu Ganjar Satriyono mengungkapkan, anak-anak rentan terpapar paham kekerasan lewat digital

Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com
PENJELASAN - Kepala Tim Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 Polri, Iptu Ganjar Satriyono, menjelaskan paparan kekerasan terhadap anak di Kotim, di siniar Saksi Kata Tribunkalteng.com, Kamis (8/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kepala Tim Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 Polri, Iptu Ganjar Satriyono mengungkapkan, paham kekerasan dari luar negeri seperti Ku Klux Klan (KKK) dan Nazi sudah mulai masuk ke Indonesia.
  • Hal itu menyusul temuan ada 2 anak di Kotim yang terpapar paham kekerasan melalui game online jenis Roblox.
  • Menghindari anak dari paham kekerasan, peran orang tua dan keluarga merupakan lingkungan sangat penting sebagai tempat pendidikan terbaik bagi anak

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pesatnya perkembangan teknologi digital tak hanya memiliki dampak positif, tapi juga negatif. Satu di antara dampak negatifnya yakni game online dijadikan sebagai media untuk merekrut anak-anak khususnya usia 18 tahun ke bawah masuk dalam paham kekerasan.

Kepala Tim Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 Polri, Iptu Ganjar Satriyono mengungkapkan, paham kekerasan dari luar negeri seperti Ku Klux Klan (KKK) dan Nazi sudah mulai masuk ke Indonesia.

“Medianya game online tadi. Karena kita ketahui anak-anak kalau sudah main game itu lupa diri,” ujar Ganjar saat menjadi narasumber di siniar Saksi Kata Tribunkalteng.com, Kamis (8/1/2026).

Ganjar menyebut, aktor-aktor yang akan merekrut anak masuk ke dalam kelompok paham kekerasan bekerja secara masif dan mengetahui cara yang tepat untuk merekrut.

Karena itu, Ganjar mengingatkan, pengawasan aktivitas anak di game online penting untuk mencegah anak terpapar paham kekerasan.

Anak-anak yang terindikasi terpapar paham kekerasan, kata Ganjar, biasanya akan keluar dari lingkaran teman-temannya, berani melakukan kekerasan fisik terhadap orang tuanya, berbicara tentang ujaran kebencian, serta menganggap barang-barang pribadi sebagai hal yang sangat rahasia.

“Kami melakukan pembinaan terhadap anak yang terpapar paham kekerasan di beberapa kabupaten itu sama, bahkan mereka memakai kunci berlapis untuk gawainya dan orang tua harus paham soal ini,” ucapnya.

Untuk menghindari anak dari paham kekerasan, peran orang tua dan keluarga merupakan lingkungan sangat penting sebagai tempat pendidikan terbaik bagi anak.

Orang tua, lanjut Ganjar, mesti bisa menjaga perilaku dan tindakan, serta melihat perubahan perilaku dan psikologi anak di dalam rumah tangga.

“Jangan sampai ibu dan bapak ribut di depan anak, karena anak akan mencari ketokohan dari luar,” jelasnya.

Selain itu, anak yang merasa kurang perhatian dari orang tua yang sibuk bekerja juga bisa berbahaya bagi perkembangan anak tersebut. Ganjar menyebut, menjadi tanggungjawab bersama untuk mencegah anak terpapar paham kekerasan.

Ia menambahkan, selain di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah juga penting untuk mendidik anak agar tidak terpapar paham kekerasan.

Baca juga: Ini Penjelasan Kapolres Kotim Soal 2 Anak Diduga Terindikasi Paham Radikalisme Lewat Game Roblox

Baca juga: 2 Anak di Kotim Diduga Terpapar Radikalisme, DPRD Ingatkan Bahaya Ruang Digital Tanpa Pengawasan

“Dari SLTA, SLTP, SD, TK, sampai PAUD kita selalu bersinergi. Karena ada di daerah anak SD pun sudah terpapar paham kekerasan,” tegasnya.

Ganjar mengungkapkan, untuk mencegah paparan paham kekerasan terhadap anak-anak, Satgaswil Kalteng Densus 88 Polri selalu bersinergi dengan pemangku kebijakan baik di tingkat Provinsi muapun Kabupaten/Kota.

 “Sebelum kita membina anak yang terpapar konten sadistik atau kategori kekerasan kita selalu mengajak pemangku kebijakan. Densus hanya sebagai pintu pembuka,” tutup Ganjar.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved