Insiden Berdarah di Jalan Raflesia
Warga Ungkap Detik-detik Usai Pembunuhan di Jalan Raflesia, Pelaku dan Korban Sempat Pesta Miras
Warga sekitar ungkap detik-detik usai pembunuhan yang terjadi Jalan Raflesia Petuk Ketimpun Palangka Raya, pelaku dan korban sempat pesta miras
Penulis: Muhammad Iqbal Zulkarnain | Editor: Sri Mariati
Ringkasan Berita:
- Kasus pembunuhan di Jalan Raflesia Petuk Ketimpun Palangka Raya menggegerkan warga sekitar.
- Korban diketahui bernama M Agus Duanson, yang tewas setelah ditusuk oleh keponakannya sendiri, Eddy.
- Sebelum tragedi tersebut, pelaku dan korban sempat pesta miras pada malam harinya.
- Konflik keluarga diduga menjadi pemicu utama pembunuhan, setelah korban diketahui tidur bersama adik perempuan pelaku, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Raflesia 2A, Kelurahan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya, Sabtu (10/1/2026) dini hari, menyisakan cerita dari warga sekitar yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
Dalam peristiwa tersebut, korban diketahui bernama M Agus Duanson, yang tewas setelah ditusuk oleh keponakannya sendiri, Eddy.
Konflik keluarga diduga menjadi pemicu utama pembunuhan, setelah korban diketahui tidur bersama adik perempuan pelaku, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
Peristiwa itu disebut memicu kemarahan pelaku hingga berujung tindakan fatal.
Salah seorang warga setempat bernama Punda, yang rumahnya berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), mengaku sempat didatangi pelaku sesaat setelah peristiwa pembunuhan terjadi.
“Dia sempat datang ke rumah saya. Dia mengetok pintu rumah. Gimana tidak kaget, awalnya saya kira bercanda, tapi dia bilang habis membunuh,” ujar Punda saat ditemui Tribunkalteng.com, Sabtu (10/1/2026).
Ia menuturkan, cekcok dan perkelahian di lingkungan tersebut sebenarnya bukan hal yang asing, terutama karena korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga.
“Kalau masalah kelahi-kelahi, mereka ini kan memang keluarga. Sering minum-minum rame-rame sama teman-temannya, ada cewek, ada cowok,” katanya.
Menurut Punda, selama aktivitas tersebut tidak mengganggu warga sekitar, masyarakat setempat cenderung tidak ikut campur.
“Kalau kami ini yang penting mereka tidak meresahkan warga, tidak ganggu. Kecuali ada warga yang terganggu, baru kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perkelahian yang kerap terjadi biasanya dipicu pengaruh minuman beralkohol.
Bahkan, dalam beberapa kejadian sebelumnya, warga pernah mendengar teriakan minta tolong, namun saat didatangi, permasalahannya tergolong sepele.
“Sering kelahi-kelahi, minta tolong-minta tolong. Tapi setelah kita datangi, ternyata urusannya sepele. Karena pengaruh alkohol, mudah tersinggung, dan kadang membawa senjata tajam,” ungkapnya.
Pada malam kejadian, Punda mengaku baru masuk ke rumah sekitar pukul 02.30 WIB. Ia mendengar suara cekcok yang menurutnya masih dianggap biasa karena kerap terjadi sebelumnya.
“Kami dengar mereka cekcok atau kelahi, tapi bagi kami itu sudah hal biasa. Mereka ini sudah sering sekali kelahi, apalagi urusan keluarga, terus nanti damai lagi,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/pembunuhan-di-jalan-Raflesia-Palangka-Raya.jpg)