Kabar Kalsel

Kalimantan Simpan Mineral Uranium Dan Lithium, Bisa Kembangkan Energi Nuklir

Di Kalimantan Barat itu mempunyai deposit Uranium. Ini berpotensi kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Kalimantan Simpan Mineral Uranium Dan Lithium, Bisa Kembangkan Energi Nuklir
banjarmasinpost.co.id/airul syahrif
Rektor ULM Banjarmasin sekaligus Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Prof Dr H Sutarto Hadi, MSi, MSc, (kiri), dan Dewan Kehormatan FRI, Prof Dr H Rochmat Wahab, MPd, MA (kanan), 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam tidak terkecuali dengan Kalimantan. Bahkan di pulau terbesar ketiga di dunia ini menyimpan mineral Uranium dan lithium

Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin sekaligus sebagai Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Prof Dr H Sutarto Hadi, MSi, MSc, mengatakan bahwa di Kalimantan ini sebenarnya merupakan lumbung energi. Hal ini dapat dilihat dari sumber alamnya seperti deposit batu bara, gas alam, dan minyak bumi.

"Perlu diketahui juga, bahwa di Kalimantan Barat itu mempunyai deposit Uranium. Dan ini nanti bisa dimanfaatkan jika memang kita disetujui untuk menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Selain itu di Kalimantan Selatan ini juga terdapat Lithium, ini bisa digunakan untuk membuat baterai, kendaraan listrik, mobil listrik, dan sebagainya," jelasnya pada banjarmasinpost.co.id, Kamis (2/8/2018) siang.

Uranium adalah mineral yang memancarkan radiasi nuklir atau bersifat radioaktif. Mineral ini digunakan dalam berbagai bidang satu diantaranya adalah bahan bakar nuklir.

Baca: Fadli Zon Perlihatkan 60 Jenderal Dukung Prabowo sebagai Capres 2019

Baca: Kobar dan Barsel Sudah Serahkan Kewenangan Pengelolaan Terminal ke Provinsi Kalteng, Yang Lainnya?

Sedangkan Lithium merupakan elemen penting dalam cara baterai membuat listrik. Lithium juga sangat penting dalam reaktor nuklir. Lithium banyak digunakan dalam reaksi dan proses kimia.

"Jadi kalau kita ingin menjadi negara yang kuat dalam bidang industri, salah satunya kita harus menyiapkan sumber energi yang murah. Perlu diketahui juga bahwa PLN milik kita ini termasuk menjual listrik termahal di dunia. Karena memang menggunakan bahan bakar fosil untuk pembangkit energi. Namun saat ini energi nuklir hanya menjadi opsi. Karena pemerintah lebih ingin mencari energi yang baru dan terbarukan," tuturnya.

Dewan Kehormatan FRI, Prof Dr H Rochmat Wahab, MPd, MA mengatakan bahwa Indonesia saat ini masih minim dalam memanfaatkan solar energi. Solar energy adalah memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi.

Baca: Bukan Negara Peserta Asian Games 2018, Kok Bendera Israel Ikut Berkibar di Palembang?

"Padahal kita itu sangat diuntungkan, karena berada di garis katulistiwa. Jadi, kami memikirkan bagaimana matahari ini sebagai sumber energi. Dan banyak lagi terobosan-terobohan baru energi yang baru dan terbarukan. Entah dari alam atau lainnya nanti," tuturnya.

Hal ini dijelaskannya sangat berbeda jauh dengan Vietnam. Di sana sudah banyak solar sistem. Berbeda jauh dengan Indonesia, padahal Indonesia merupakan negara yang dilewati oleh garis katulistiwa.

"Semoga nanti kita dapat memanfaatkan sumber daya yang ada. Supaya sinar matahari ini tidak terbung begitu saja, angin dilaut tidak berhembus begitu saja. Nanti kita jadikan energi," tutupnya.(banjarmasinpost.co.id/Airul Syahrif)

 

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help