Berita Populer Palangka Raya

Populer Palangka Raya, Cegah Keracunan Makanan BMG, Dewan Minta SPPG Perketat Pengolahan Bahan

Berita Populer Palangka Raya, Anggota DPRD minta SPPG perketat pengolahan makan bergizi gratis (BMG) mencegah terjadinya keracunan massal

Tayang:
Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM/PANGKAN BANGEL
MAKAN BERGIZI GRATIS - Para peserta didik saat menyantap makanan dari program makan bergizi gratis beberapa waktu lalu, Selasa (4/3/2025) lalu. 

Atasi Masalah Sampah, Relawan Turun Tangan Palangka Raya Bikin Ecobrick dari Kertas - Plastik Bekas

 

BUAT ECOBRICK - Relawan Turun Tangan Palangka Raya duduk melingkar di atas terpal biru saat membuat ecobrick dari sampah plastik dan kertas bekas, di Jalan Yos Sudarso depan Hotel Dandang Tingang, Palangka Raya, Minggu (28/9/2025).
BUAT ECOBRICK - Relawan Turun Tangan Palangka Raya duduk melingkar di atas terpal biru saat membuat ecobrick dari sampah plastik dan kertas bekas, di Jalan Yos Sudarso depan Hotel Dandang Tingang, Palangka Raya, Minggu (28/9/2025).(TRIBUNKALTENG.COM/ARAI NISARI)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Puluhan relawan Komunitas Turun Tangan Palangka Raya menggelar aksi peduli lingkungan dengan membuat ecobrick dari sampah plastik dan kertas bekas, Minggu (28/9/2025).

Kegiatan berlangsung di bawah pepohonan dengan hamparan terpal biru yang menjadi alas duduk para peserta di Jalan Yos Sudarso, tepatnya depan Hotel Dandang Tingang, Palangka Raya.

Suasana santai terasa ketika relawan duduk melingkar, masing-masing membawa sampah dari rumah, mulai dari plastik kemasan, botol air mineral, hingga print-printan makalah dan bimbingan skripsi yang sudah tidak terpakai.

Sampah-sampah tersebut kemudian dipadatkan ke dalam botol plastik ukuran 600 ml untuk dijadikan ecobrick, yaitu media pengolahan sampah sederhana yang ramah lingkungan.

Baca juga: Stop Styrofoam, Palangka Raya Ajak Warga Pilah Sampah Tukar Jadi Sembako


Baca Selengkapnya

Penegasan DPRD Palangka Raya soal Makan Bergizi Gratis: Awasi Ketat, Sanksi Tegas jika Keracunan

 

Peserta didik di SDN 1 Bukit Tunggal menikmati makanan gratis dalam program MBG, Senin (13/1/2025) lalu.
Peserta didik di SDN 1 Bukit Tunggal menikmati makanan gratis dalam program MBG, Senin (13/1/2025) lalu.(TribunKalteng.com/Ahmad Supriandi)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Maraknya kasus keracunan siswa akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, yang ramai dibahas di media sosial, menjadi perhatian DPRD Palangka Raya.

Anggota Komisi II DPRD, Khemal Nasery, menegaskan bahwa kontrak antara penyelenggara MBG dengan sekolah maupun orang tua murid harus ditinjau ulang. 

Menurutnya, penyedia wajib bertanggung jawab jika terjadi keracunan, sehingga sekolah dan orang tua tidak dirugikan.

“Kalau ada keracunan, penyedia yang harus bertanggung jawab. Harus ada sanksi, bahkan putus kontrak atau pidana jika ditemukan penyimpangan,” ujar Khemal, Minggu (28/9/2025).

Baca juga: 277 Siswa di Binggai Sulteng Keracunan Massal usai Konsumsi Menu BMG, BPOM Uji Sampel Makanan


Baca Selengkapnya

Patroli Ketat Polresta Palangka Raya Cegah Balap Liar Setelah Insiden Kecelakaan Fatal

 

Polres Kotim melakukan patroli gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kotim AKBP Sarpani, pada patroli ini 25 unit sepeda motor yang akan digunakan untuk balapan liar diamankan, Sabtu (23/3/2024).
Polres Kotim melakukan patroli gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kotim AKBP Sarpani, pada patroli ini 25 unit sepeda motor yang akan digunakan untuk balapan liar diamankan, Sabtu (23/3/2024).(Satlantas Polres Kotim untuk Tribunkalteng.com)
Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved