Berita Palangka Raya
Pemerintah Canangkan Program Transmigrasi Patriot di Kalteng, Pendatang Ada dari Kalangan Sarjana
Pemerintah pusat mencanangkan program tansmigrasi Patriot di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Tengah, pendatang ada juga dari sarjana untuk daerah
Penulis: Muhammad Iqbal Zulkarnain | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Kementerian Transmigrasi RI diketahui sedang mencanangkan program Transmigrasi Patriot di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Tengah.
Mengutip dari laman resmi Kementerian Transmigrasi RI, program ini skema unggulan menggabungkan beasiswa pendidikan di universitas terbaik, pelatihan sebagai tentara cadangan, dan penempatan di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi.
Seluruh rangkaian dilakukan dalam periode tertentu dengan sistem ikatan dinas, guna mencapai misi swasembada nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat persatuan bangsa.
Tak hanya berfokus pada penempatan sumber daya manusia, program ini juga melibatkan pembentukan Tim Ekspedisi Patriot, yang terdiri dari kalangan akademisi.
Tim ini akan melakukan riset serta pendampingan langsung di kawasan transmigrasi sebagai bagian dari pengembangan berbasis ilmiah dan data.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi atau Disnakertrans Kalteng Farid Wajdi mengonfirmasi, sejumlah wilayah di Kalteng memang termasuk dalam lokasi rencana pelaksanaan program Transmigrasi Patriot.
“Program ini diperuntukkan bagi lulusan sarjana yang nantinya akan ditugaskan mendampingi dan membantu pengembangan kawasan transmigrasi yang sudah ada di daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribunkalteng.com, Kamis (10/7/2025).
Namun demikian, ia mengungkapkan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis secara resmi dari pemerintah pusat, termasuk informasi terkait asal mahasiswa atau sarjana yang akan dikirim ke Kalteng.
Untuk diketahui, sejauh ini informasinya ada tiga wilayah yang akan menjadi lokasi dari program Transmigrasi Patriot di Kalteng.
Diantaranya meliputi Kuala Jelai di Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Lama dan Arut Selatan di Kabupaten Kotawaringin Barat, serta Lamunti Dadahup di Kabupaten Kapuas.
“Kami awalnya mendapatkan informasi bahwa akan ada program Transmigrasi Patriot. Tapi ternyata yang dikirim justru baru tim ekspedisi untuk penelitian,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan program Transmigrasi Patriot ini sedang dipelajari lebih lanjut.
Namun kini pendekatannya telah berubah menyesuaikan dengan dinamika sosial dan kebutuhan zaman.
Baca juga: Program Transmigrasi Kalteng, DPRD Kotim Ingatkan Pemerintah Pusat Perhatikan Warga Lokal
Baca juga: Berikut 5 Kabupaten Disiapkan untuk Transmigrasi Kalteng, Pemprov Pastikan Lahan Clear and Clean
“Kalau dulu transmigrasi identik dengan orang luar daerah masuk ke suatu wilayah, sekarang sudah bergeser. Ada kolaborasi warga lokal dan pendatang,” bebernya.
Program ini, lanjut Farid, diharapkan mampu menjadi solusi pembangunan inklusif, yang tidak hanya mendatangkan SDM ke wilayah baru, tapi juga mengakomodasi potensi dan partisipasi masyarakat lokal, tanpa menimbulkan gesekan sosial.
Serapan Tenaga Kerja Lokal Palangka Raya Masih Minim, Gen Z jadi Generasi Aktif Masuk Dunia Kerja |
![]() |
---|
Ramai Demo Buruh di Berbagai Daerah, FSPP KSPI Kalteng Minta Perhatikan Kesejahteraan Buruh |
![]() |
---|
Kabar Baik untuk Warga Palangka Raya, Pasar Penyeimbang Berlanjut Tiap Sabtu, Cek Lokasinya |
![]() |
---|
1.800 Anak Ayam Berusia 2 Hari Hangus Terbakar di Kandang Kayu di Jalan Bengaris Palangka Raya |
![]() |
---|
BNNP Kalteng Bongkar Sindikat Narkotika di Gunung Mas, Transaksi Narkoba Senilai Rp 1,2 Miliar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.