Berita Kotim Kalteng

Kenaikan Harga Beras Asal Jawa Dikeluhkan, Warga Sampit Kotim Kalteng Beralih Beli Beras Lokal

Kenaikan harga beras, terutama beras dari Jawa, telah mendorong masyarakat di Sampit untuk beralih ke beras lokal yang harganya relatif lebih stabil

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
HARGA BERAS - Dokumentasikan sejumlah berat yang dijual oleh satu di antara penjual Pasar Keramat Sampit, Kotim. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Dalam beberapa pekan terakhir, harga beras di sejumlah pasar yang ada di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami kenaikan. 

Sama halnya yang terjadi di Pasar Keramat Sampit, secara signifikan juga mengalami kenaikan harga, terutama beras asal Jawa. 

Kenaikan harga beras, terutama beras dari Jawa, telah mendorong masyarakat untuk beralih ke beras lokal yang harganya relatif lebih stabilKenaikan harga beras, terutama beras dari Jawa, telah mendorong masyarakat untuk beralih ke beras lokal yang harganya relatif lebih stabil. 

"Iya benar, harga beras kemasan dari Jawa naik, banyak pembeli sekarang memilih beras lokal. Selain lebih murah, rasanya juga tidak kalah,” ungkap Agus, seorang pedagang beras di Pasar Keramat Sampit, Sabtu (5/7/2025)

Agus menerangkan, kenaikan harga beras kemasan dari Jawa berkisar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kemasan ukuran 5 kilogram. 

Harga yang sebelumnya diangka Rp75.000 hingga Rp 80.000 kini melonjak, membuat sebagian besar masyarakat harus memutar otak untuk menjaga pengeluaran dapur. 

Sebaliknya, beras lokal saat ini dibanderol sekitar Rp 70.000 hingga Rp 73.000 per kemasan 5 kilogram. 

Meski teksturnya masih mengandung beberapa butiran patah, beras lokal tetap diminati karena sifatnya yang pulen dan cocok di lidah warga setempat. 

“Kalau beras lokal ini memang ada patahnya sedikit, tapi rasanya tetap enak. Ada juga yang kualitasnya sudah bagus dan bersih,” jelasnya. 

Lonjakan harga ini menjadi beban tambahan bagi warga berpenghasilan pas-pasan. 

Tidak sedikit keluarga yang akhirnya mengutamakan harga terjangkau ketimbang gengsi memilih beras bermerek. 

“Yang penting bisa makan nasi pulen, harga terjangkau, keluarga tetap senang,” kata Mita, salah seorang pembeli di toko Agus. (*) 

 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved