Berita Palangka Raya

Pemko Palangka Raya Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas

Pemeriksaan Kesehatan Gratis menyasar semua kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia.

Arai Nisari/Tribunkalteng.com
WAWANCARA - Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, saat memberikan keterangan terkait program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Selasa (1/7/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) merupakan program nasional yang ditetapkan oleh kementrian kesehatan RI, dan kini digencarkan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya melalui seluruh puskesmas.

Tujuannya, mendorong kesadaran masyarakat agar rutin memeriksakan kesehatan sejak dini sebagai langkah pencegahan penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, menyampaikan bahwa PKG menyasar semua kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia.

Baca juga: Pemkot Palangka Raya Tekankan Digitalisasi Agar Manfaatkan Informasi Publik Mudah Diakses Masyarakat

Baca juga: Ini Pesan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin pada Hari Jadi Bhayangkara ke-79

Baca juga: Wali Kota Fairid Naparin Wajibkan Konseling Pranikah, Cegah Risiko Nikah Dini di Palangka Raya

Program ini juga dikemas sebagai “hadiah ulang tahun” dari pemerintah untuk masyarakat.

“Harapannya, semua orang mengetahui status kesehatannya. Bahkan sejak bayi lahir sudah dilakukan skrining seperti hipotiroid kongenital,” ujarnya, Selasa (1/7/2025).

Menurut Andjar, penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, hipertensi, dan diabetes kini menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. 

Di sisi lain, penyakit infeksi belum sepenuhnya tuntas, sehingga masyarakat menghadapi beban ganda, bahkan berisiko mengalami tiga lapis ancaman kesehatan sekaligus.

Melalui pemeriksaan rutin, potensi penyakit bisa diketahui lebih awal.

Bila diperlukan, warga akan mendapat penyuluhan atau pengobatan berdasarkan indikasi medis.

Andjar menegaskan, layanan ini tidak lepas dari sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Masyarakat peserta BPJS Kesehatan dapat langsung memperoleh pemeriksaan dan pengobatan sesuai ketentuan. 

“Semuanya terintegrasi dalam sistem nasional,” tambahnya.

Meski program sudah berjalan rutin, partisipasi warga masih rendah.

Hingga kini, baru sekitar 801 orang memanfaatkan layanan PKG dari target 35 persen total penduduk.

Padahal, seluruh puskesmas sudah siap memberikan layanan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved