Kotim Habaring Hurung

Pembukaan Pameran Edukatif Kultural Museum Kayu Sampit 2025, Ajak Anak Muda Cintai Warisan Budaya

Pemkab Kotim melalui Disbudpar menggelar kegiatan Pameran dan Edukasi Kultural Museum Kayu 2025. Ajak anak muda cintai warisa budaya lokal

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
FOTO BERSAMA - Pj Sekda Kotim beserta stakhoder yang lainnya saat pembukaan Pameran dan Edukasi Kultural Museum Kayu 2025, Selasa (24/6/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar agenda Pameran dan Edukasi Kultural Museum Kayu 2025.

Apapun tujuan utama kegiatan itu sebagai upaya untuk memperkuat eksistensi Museum Kayu Sampit di tengah masyarakat.

Bupati Kotim Halikinnor, diwakilkan oleh PJ Sekda Kotim Masri membuka kegiatan pameran Edukatif Kultural Museum Kayu Sampit, Selasa (24/6/2025) malam. 

"Tentunya kita harapkan Museum Kayu Sampit ini menjadi salah satu wadah yang memberikan pembelajaran bagi anak didik, mahasiswa, pecinta museum dan masyarakat umum di Kabupaten Kotim," kata Masri. 

Ia menjelaskan, barang-barang yang ada di museum tidak hanya merupakan barang antik dan kuno, namun memiliki informasi mengenai peristiwa terjadi di masa lampau. 

Dengan menjadi tempat atau wadah menyimpan kekayaan budaya, museum dapat menjadi sumber informasi dan juga penelitian dari kehidupan di masa lampau dapat menggambarkan aspek kehidupan masyarakat saat itu. 

"Melalui kegiatan ini, saya mengimbau dan mengajak hadirin sekalian untuk memanfaatkan semaksimal mungkin keberadaan Museum Kayu Sampit ini," ungkapnya. 

Menurutnya, jal tersebut sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam melestarikan, membina sekaligus mengembangkan budaya masyarakat. 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim Bima Ekawardhana, kegiatan dilaksanakan selama dua hari.

Sementara untuk kegiatan berlangsung diantaranya pameran, cerdas cermat kemudian pemilihan duta museum. 

"Kegiatan ini memberikan rasa cinta kepada siswa khususnya untuk selalu mengenal museum dan mengetahui apa saja yang teraediah di dalam museum," kata Bima 

Ia menjelaskan, pameran tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya mana nanti akan ditampilkan berupa lukisan tradisional dengan unsur kebudayaan. 

"Harapan kita muda mudi lebih mencintai museum, bisa mengetahui dan mempelajari benda-benda peninggalan atau warisan budaya terdahulu. Dari situ muncul kecintaan mereka terhadap Museum Kayu Sampit," pungkasnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved