Kotim Habaring Hurung

BPBD Kotim Catat 11 Karhutla, Kejadian Rerata Terjadi di Wilayah Kota Dilakukan oleh Manusia

BPBD Kotim catat ada 11 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang reratanya berada di wilayah kota, kuat dilakukan oleh manusia

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Herman Antoni Saputra/Tribunkalteng.com
WAWANCARA - Kalaksa BPBD Kotim, Multazam saat ditemui oleh Tribunkalteng.com. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mencatat sudah ada 11 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 1 Januari-24 Juni 2025.

Dari jumlah itu, sebagian besar kejadian karhutla itu sendirian terjadi di wilayah kota, dan untuk kejadian terbaru terjadi di Jalan Pelita Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menjelaskan, intensitas Karhutla di Kotim masih belum begitu masif jika dibandingkan dengan situasi tahun-tahun sebelumnya.

"Adanya kejadian ini menjadi sinyal penting bagi semua pihak agar lebih waspada terhadap potensi bencana karhutla," kata Multazam, Selasa (24/6/2025).

Multazam juga mengatakan jika sebagian besar karhutla yang ada di Kotim disebabkan oleh manusia.

Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat dalam mencegah karhutla masih perlu ditingkatkan.

“Contohnya di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan itu tumbuhan di bahu jalannya sangat mudah terbakar dan penyebarannya cepat sekali, tentunya kami berharap hal-hal kecil ini tidak akan menyebabkan karhutla yang meluas,” ucapnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim ini, pun tak bosan-bosannya mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla.

Ia juga berpesan ada bebagai macam upaya bisa dilakukan masyarakat seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mencegah karhutla.

Beberapa diantaranya seperti, tidak membakar lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, menjaga kebersihan lahan dan melaporkan jika ada indikasi kebakaran kepada aparat terdekat atau posko siaga BPBD.

Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan bahwa mulai 11 Juni 2025 Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BP-BPK) Kalteng mulai mengaktifkan pos lapangan masyarakat peduli api (MPA) pada 77 titik.

“Untuk Kotim ada delapan MPA yang telah dibentuk oleh BP-BPK Kalteng dan aktivasi pos lapangannya secara bersamaan, yakni di Kecamatan Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Seranau, Kota Besi, Cempaga dan  Parenggean,” ujarnya.

Masing-masing MPA terdiri dari lima warga yang dibantu oleh personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.

Setiap pos akan melaksanakan patroli harian dan mulai melakukan upaya pencegahan serta pemadaman apabila terjadi kebakaran.

Dengan adanya pos lapangan MPA ini diharapkan deteksi dini terhadap kejadian karhutla bisa ditingkatkan sehingga upaya penanganannya pun bisa lebih cepat guna mencegah terjadinya eskalasi area kebakaran.

“BPBD Kotim juga tidak akan tinggal diam, apabila terjadi eskalasi yang cukup luas pasti kami akan bergerak untuk membantu mereka,” tandas Multazam.

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved