Berita Kotim Kalteng

Prakiraan BMKG Kotawaringin Timur Kalteng Masuk Pancaroba, Kemarau Terjadi di Juni 2025

Prakiraan BMKG wilayah Kotawaringin Timur saat ini masuk musim peralihan atau pancaroba, sedangkan untuk kemarau akan datang atau terjadi Juli 2025

|
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Dok Tribunkalteng.com
Prakirawan BMKG Kotim Mitra Hutauruk menjelaskan terkait perkembangan cuaca di Kotim termasuk saat ini Kotim masuk musim peralihan. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Prakiraan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG saat ini di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masuk musim peralihan atau pancaroba ke kemarau. 

Meski saat ini Kotawaringin Timur (Kotim) masih akan diguyur hujan ringan hingga hujan lebat.

Dalam prospek prakiraan cuaca mingguan periode 23-29 Mei 2025 dan BMKG, selama sepekan ke depan, wilayah setempat masih dipengaruhi oleh pola peralihan musim, ditandai dengan perbedaan suhu udara yang signifikan pada pagi hingga siang hari.

"Proses konvektif yang tinggi pada pagi hingga siang hari akibat intensitas radiasi matahari, menyebabkan pertumbuhan potensi hujan lokal pada sore hingga malam hari," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Mitra Hutauruk, Jumat (23/5/2025). 

Selain itu, dia mengatakan untuk wilayah utara Kotim diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian ketiga Juni 2025. Wilayah selatan baru akan menyusul pada dasarian pertama bulan Juli. 

"Musim kemarau di Kotim tidak datang secara serentak. Wilayah utara lebih dulu masuk kemarau, sedangkan bagian selatan menyusul beberapa minggu kemudian," jelasnya. 

la menerangkan, bahwa kondisi cuaca saat ini masih dipengaruhi oleh sistem iklim tropis yang membuat cuaca menjadi tidak menentu. 

Hujan masih bisa terjadi akibat adanya arus siklonik dan konvergensi atau pertemuan massa udara di sekitar Kalimantan, yang mendukung pembentukan awan hujan. 

"Pola angin dan arus siklonik inilah yang menjadi penyebab utama turunnya hujan di beberapa wilayah selatan Kotim, seperti Teluk Sampit dan Pulau Hanaut," ujar Mitra. 

Menurut Mitra, meski musim kemarau belum tiba sepenuhnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena saat ini masih berlangsung masa pancaroba. 

Masa transisi ini ditandai dengan perubahan suhu mendadak, angin kencang, serta hujan deras yang turun tiba-tiba namun tidak berlangsung lama. 

"Kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak yang lebih rentan mengalami gangguan pernapasan seperti flu dan pilek," imbuhnya. 

Untuk saat ini, intensitas hujan di wilayah Kotim masih tergolong ringan hingga sedang dan belum berpotensi menyebabkan banjir. Area resapan juga masih dalam kondisi aman. 

BMKG juga memastikan bahwa dalam beberapa hari ke depan belum terdeteksi adanya titik panas (hotspot) di wilayah Kotim. Sementara suhu udara harian berada pada kisaran normal. 

"Suhu siang hari berkisar antara 32 hingga 34 derajat Celsius. Suhu dikatakan tidak normal jika lebih tinggi atau lebih rendah tiga derajat dari ratarata suhu harian, yaitu 32 derajat," tandasnya.  

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved