Kobar Marunting Batu Aji

Wakil Bupati Kobar Kalteng Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Antara UMKM dan Ritel Modern

Bupati Kobar tegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara perkembangan UMKM di tengah menjamurnya ritel modern di wilayah itu kian marak

Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
WAWANCARA - Wakil Bupati Kobar Suyanto saat diwawancarai awak media. 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan ritel modern yang semakin menjamur di wilayah tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kobar, Suyanto, saat memberikan tanggapan atas pandangan umum Fraksi Demokrasi Bangsa dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Sidang III Tahun Sidang 2024/2025, yang digelar kemarin.

Sebelumnya, Fraksi Demokrasi Bangsa menyoroti semakin maraknya pasar modern seperti Indomaret, Alfamart, dan Megamart di Kobar. Keberadaan ritel modern tersebut dinilai menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang mengalami penurunan omzet akibat perubahan pola konsumsi.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Suyanto menyampaikan bahwa Pemkab Kobar sangat memperhatikan keseimbangan antara kepentingan usaha besar dan kecil dalam pengambilan kebijakan daerah.

“Kami sangat mengapresiasi atas kepedulian Fraksi Demokrasi Bangsa terhadap dampak pasar modern terhadap UMKM, dan berkomitmen menyeimbangkan dinamika ekonomi dengan memperkuat regulasi zonasi untuk mencegah konsentrasi gerai ritel modern berlebihan, mendorong akses pasar, kemitraan, dan peningkatan kapasitas bagi UMKM di Kobar,” kata Suyanto.

Ia menegaskan, bahwa Pemkab tidak akan menghambat inovasi dan investasi, namun tetap akan mengedepankan prinsip keadilan dan keberlanjutan dalam setiap kebijakan, termasuk soal perizinan usaha.

“Kobar ini kabupaten yang tengah maju di semua sektor, hal tersebut berdampak pada kemajuan kota. Tentunya kami akan mengedepankan keadilan dalam memberikan perizinan bagi investor. Keberadaan investor harus berdampingan dengan masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Dengan berdampingan ini, UMKM kita akan naik kelas, mampu menghidupkan keluarganya, dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Suyanto juga menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah dan telah terbukti tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Kami berharap, ritel modern ini pun bisa menggandeng UMKM kita, di mana hasil produk UMKM ini bisa dijual di ritel modern. Sama halnya dengan hasil pertanian maupun peternakan kita, sehingga hal ini dapat berdampak baik pada pertumbuhan perekonomian masyarakat kita. Dengan demikian, akan ada keseimbangan di tengah pertumbuhan kota,” bebernya.

Melalui berbagai strategi seperti regulasi zonasi, kemitraan, dan pembinaan UMKM, Pemkab Kobar berharap tercipta sinergi positif antara pelaku usaha besar dan kecil. Tujuannya agar seluruh elemen ekonomi dapat berkontribusi secara adil dalam pembangunan daerah.

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved