Berita Kotim

Kronologi Buaya Serang 2 Warga Lempuyang Kotim Kalteng, Lepas Gigitan Karena Ditusuk Matanya

Kronologi 2 warga Desa Lempuyang Kotim yang dierang buaya mengakibatkan luka parah, hal itu diungkapkan Kepala BKSDA Pos Sampit Muriansyah

Editor: Sri Mariati
Istimewa
Ilustrasi, 2 warga Desa Lempunyang Kotim luka parah doserang buaya, Selasa (14/1/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Untuk kesekian kalinya buaya menyerang warga di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) tepatnya di Desa Lempunyang, Kecamatan Teluk Sampit, Selasa (14/1/2025) kemarin.

Akibat peristiwa tersebut 2 orang jadi korban keganasan predator air itu. Hal itu dibenarkan Kepala BKSDA Pos Sampit Muriansyah.

Dirinya membeberkan kronologi berdasarkan pengakuan dari para korban saat dimeninjau ke lokasi bersama dengan para petugas lainnya.

Muriansyah pun menjelaskan kronologis terjadinya serangan buaya pada dua warga Desa Lempuyang.

Berdasarkan keterangan Suami Sari, Burhan mengatakan bahwa serangan buaya terjadi pada pukul 17.00 WIB.

“Jadi Ibu Sari saat itu serang mencuci pakaian di tepi sungai handil Pasir, kemudian buaya tiba-tiba menyerang dari dalam air,” jelas Muriansyah.

Setelah itu, korban diseret ke dalam air dan ditenggelamkan, melihat kejadian tersebut Burhan dan Kipli menceburkan diri ke sungai untuk menolong  Sari.

“Jadi Kipli dan Burhan melawan buaya, sehingga IbuSari bisa terlepas dari gigitan buaya karena Burhan berhasil mencolok mata buaya, yang mana saat itu kondisi tinggi air sungai saat itu sekitar 1,6 meter,” jelas Komandan Pos Sampit.

Muriansyah mengatakan, saat kedua orang tersebut akan membawa Sari naik ke darat, buaya tersebut kembali menyerang Kipli yang masih berada di tepi sungai.

Saat Kipli akan ditarik buaya ke dalam air, adik dari Ibu Sari datang dan berusaha menarik tangan dari Kipli. 

“Sempat terjadi tarik menarik antara korban dan buaya, Bapak Kipli akhirnya berhasil diselamatkan, namun mengalami luka robek yang cukup parah di bagian pangkal paha,” jelasnya.

Setelah berhasil menyelamatkan kedua korban, korban lalu di gendong ke arah jalan raya untuk mendapatkan pertolongan. 

Sebelum sampai ke jalan raya, ada mobil yg sudah menjemput, lalu korban langsung di bawa ke Rumah Sakit Samuda.

“Berdasarkan keterangan warga, buaya yang menyerang Bapak Kipli dan Ibu Sati berukuran besar, diperkirakan mencapai 4 meter lebih,” jelas Muriansyah.

Lokasi tersebut merupakan sungai yang sudah di keruk untuk dijadikan lokasi kebun kelapa sawit pribadi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved