Berita Populer Hari Ini

Berita Populer Palangkaraya, Terdayak.com Aplikasi Terjemah Bahasa Dayak Ngaju

Berita Populer Palangkaraya, hadir Terdayak.com aplikasi untuk menterjemahkan bahasa Dayak Ngaju ke bahasa Indonesia gampang untuk digunakan

Editor: Sri Mariati
pixabay.com/Free-Photos
Ilustrasi, hadir saat ini aplikasi terjemah Bahasa Dayak Ngaju ke Bahasa Indonesia aplikasinya Terdayak.com. 

Aplikasi Terjemah Bahasa Dayak Buat Pendatang Jakarta Penasaran, Terdayak,com Mirip Google Translate

TERDAYAK - Tim Beon Intermedia yang sedang mencoba mengakses TerDayak.com, Kamis (1/8/2024).
TERDAYAK - Tim Beon Intermedia yang sedang mencoba mengakses TerDayak.com, Kamis (1/8/2024).(Beon Intermedia untuk TribunKalteng.com)

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Bahasa Dayak Ngaju perlahan mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di wilayah perkotaan Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menariknya, Komunitas Informasi dan Teknologi (IT) asal Kalimantan Tengah, Narai Coder bekerja sama dengan Jagoan Hosting mengembangkan sebuah aplikasi terjemahan Bahasa Dayak Ngaju, Terdayak.com.

Untuk menjaga Bahasa Dayak Ngaju tetap eksis kelompok anak muda mencoba melestarikannya dengan membuat aplikasi berbasis website bernama Terdayak.com mirip seperti Google Translate namun versi Bahasa Dayak.

Mengetahui itu, pendatang dari Jakarta, Putra (30), mencoba aplikasi terjemahan Bahasa Dayak itu, Minggu (4/8/2024).

Ia membuka laptop lalu membuka browser dan mengetik Terdayak.com di kolom pencarian.


Baca Selengkapnya

Melalui Olahan Ikan, Yuliatma Sukses Tingkatkan Ekonomi dan Mencegah Stunting di Palangkaraya

Ketua Kelompok Usaha Pengolahan Ikan Tampung Parei Palangkaraya, Yuliatma. Dari ikan berhasil tingkatkan pemberdayaan perempuan dan pencegahan stunting.
Ketua Kelompok Usaha Pengolahan Ikan Tampung Parei Palangkaraya, Yuliatma. Dari ikan berhasil tingkatkan pemberdayaan perempuan dan pencegahan stunting.(Tribunkalteng.com/Anita)

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Ikan kerap kali dianggap sebagai kebutuhan pokok sederhana pendamping nasi, namun berbeda dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Kelompok Usaha Pengolahan Ikan Tampung Parei, di Jalan Tingang VII B Palangkaraya.

Yang mana UMKM Tampung Parei, berawal dari ikan inilah, dapat menjadi jembatan untuk pemberdayaan perempuan, peningkatan ekonomi masyarakat, dan juga upaya pencegahan stunting dapat di lakukan.

Ketua Kelompok Usaha Pengolahan Ikan Tampung Parei Palangkaraya, Yuliatma mengungkapkan bahwa pemberdayaan perempuan melalui olahan makanan, terutama berbahan ikan, telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penghasilan keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Selama hampir satu dekade berkiprah di sektor UMKM, Yuliatma merasa bahwa proses ini sangat memuaskan dan telah mengubah banyak aspek kehidupan.

"Saya merasa jatuh cinta dengan pekerjaan ini. Setiap kali saya bisa bertemu dengan banyak orang dan melihat produk kami mendapat perhatian serta pembeli, saya merasa sangat puas. Ini bukan hanya tentang memberdayakan diri saya, tetapi juga memberikan dampak positif pada keluarga dan masyarakat sekitar," ujar Yuliatma.


Baca Selengkapnya

Nasib Burung Punai di Kalimantan Tengah, Cerita Komunitas Senapan Angin dan Berburu Palangkaraya

Anggota komunitas senapa angin dan berburu Exel Shooting Club sedang berlatih menembak Sabtu (3/8/2024). Mereka terdampak karhutla karena burung burannya berkurang.
Anggota komunitas senapa angin dan berburu Exel Shooting Club sedang berlatih menembak Sabtu (3/8/2024). Mereka terdampak karhutla karena burung burannya berkurang.(TRIBUNKALTENG.COM/AHMAD SUPRIANDI)

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Dampak karhutla di Kalimantan Tengah. Bila saat akhir pekan biasanya komunitas senapan angin pergi berburu burung liar di sekitar lingkar luar Kota Palangkaraya.

Namun, belakangan buruan mereka terus berkurang akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Kalimantan Tengah. Tak jarang mereka pulang membawa hasil buruan yang kurang memuaskan bahkan dengan tangan kosong.

Seperti yang dirasakan Bambang M Negoro, anggota komunitas senapan angin Exel Shooting Club. Selain berlatih menembak Bambang dan kawan-kawan sering pergi berburu untuk mengisi waktu luang di akhir pekan.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved