Berita Kalteng

Permintaan Banyak, Harga Daging Sapi Gunung Mas dan Murung Raya Capai Rp170 Ribu Per Kilo

Beberapa harga komoditas pangan di beberapa wilayah Kalimantan Tengah fluktuatif jelang tahun baru 2024 seperti daging sapi.

Penulis: Anita Widyaningsih | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com / Anita Widyaningsih
Muji, Sub Koordinator Harga Dinas Ketahaan Pangan Provinsi Kalteng, saat di temui tribunkalteng.com, Rabu (27/12/2023). Dia menjelaskan, harga daging sapi di kalteng tertinggi di Kabupaten Gunung Mas dan Murung raya mencapai Rp 170 ribu Per kilo. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Saat Perayaan Natal dan Jelang Tahun Baru 2024, beberapa komoditas pangan di beberapa wilayah Kalimantan Tengah fluktuatif seperti daging sapi.

Satu di antaranya adalah daging sapi, kenaikan terjadi di Kabupaten Katingan, harga daging sapi menyentuh angka Rp 165.000 per kilo pada 26 Desember.

Bahkan dua Kabupaten di Kalteng yakni Kabupaten Murung Raya dan Gunung Mas harga daging sapi tertinggi di Kalteng mencapai Rp 170 ribu Per kilo. 

Hal ini di sampaikan oleh, Sub Koordinator Harga Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Muji.

Saat ditemui Tribunkalteng.com, Rabu (27/12/2023) di Kantor Gubernur Kalteng, Jalan RTA Milono, Palangkaraya.
Ia menjelaskan hal ini bisa terjadi kemungkinan karena permintaan yang banyak dan stok yang terbatas, hal ini kerap terjadi saat hari besar keagamaan.

Baca juga: Kalteng Masuk 10 Besar Inflasi Terendah, Jelang Nataru Harga Daging Sapi dan Ayam Potong Tinggi

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru 2024, Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Sidak Harga Pangan di Pasar Sampit

Baca juga: Jelang Nataru 2024,  BPS Kotim Rilis Inflasi Stabil Namun Perlu Jadi Perhatian Lima Komoditas Pangan

“Daging sapi tertinggi masih Gunung Mas dan Murung Raya, 170an ini,” jelasnya.

Sedangkan di Palangkaraya harga daging sapi cenderung stabil di angka Rp 155.000, 

Ia menambahkan, stok ini dipengaruhi oleh pasokan yang ada, Muji memberi contoh banyak pedagang di Palangkaraya yang menyembelih sapinya sendiri di daerah Kelampangan.

Hal ini juga memberi pengaruh kestabilan harga pada komoditas daging sapi.

Selain itu harga beras cenderung stabil di angka Rp 16.000 untuk beras premium.

Dan beras medium berada di harga tertinggi Rp 14.000, ini terpantau di Pasar PPM Kotim.

Kemudian penurunan harga terjadi pada komoditas cabai rawit di Palangkaraya, pada 26 Desember berada pada angka Rp 75.000, sedangkan 25 Desember berada di angka Rp 80.000.

Muji menjelaskan, pihaknya melakukan upaya untuk menjaga kestabilan harga di Kalimantan Tengah.

Dengan mengadakan pasar murah, gelar pangan, yang telah dilaksanakan sejak Januari hingga Desember 2023.

“Jadi di beberapa kabupaten kota kita sudah mengadakan gelar pangan, yang bersubsidi. Pasar murah bersubsidi,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved