Berita Palangkaraya
Palangkaraya Diguyur Hujan 2 Hari Titik Api Nihil, Waspada 3 Hari ke Depan Panas Berpotensi Karhutla
2 hari diguyur hujan di Kota Palangkaraya, titik api nihil dan kasus karhutla minim terjadi, waspada 3 hari ke depan
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Kabut tipis dan bau asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhulta) di Palangkaraya selama 2 hari terakhir mulai berkurang, lantaran adanya hujan yang mengguyur Kota Cantik.
Bahkan titik api karena karhutla yang masih terjadi selama 2 hari terakhir ini bisa dikatakan nihil atau nol kasus.
Hal itu berdasarkan pantauan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Palangkaraya.
“Untuk titik api bisa dikatakan nihil selama 2 hari terakhir ini dibantu karena Palangkaraya diguyur hujan,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Herry Fauzi kepada Tribunkalteng.com, Rabu (20/9/2023).
Herry Fauzi menjelaskan, meskipun karhutla nihil selama 2 hari lalu, pihaknya bersama personel tetap terjun ke lapangan melakukan patroli dan pemadaman sisa api yang masih tersisa asap di dalam gambut.
Baca juga: 302 Kali Terjadi Karhutla di Palangkaraya, Lahan Terbakar Diperkirakan Mencapai 196,57 Hektar
Baca juga: 137 Karhutla di Palangkaraya di Agustus, Water Bombing Fokus Wilayah Ring 1 Kalteng dan Bagian Barat
“Kami tetap turun melakukan patrol dan pematauan di seluruh lokasi di Palangkaraya, dan melakukan pemadaman dan pendinginan sisa api atau asap di lahan yang belum sepenuhnya padam,” bebernya.
Selain itu berdasarkan info dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Palangkaraya, untuk kondisi hujan masih terjadi sampai hari ini, Rabu (20/9/2023).
Kemudian diprediksikan lagi Palangkaraya akan mengalami kondisi panas sampai 3 atau 4 hari ke depan.
“Secara prediksi mereka Palangkaraya masih di musim kemarau, dan akan panas selama 4 hari ke depan, yang berpotensi pula terjadinya karhutla d Palangkaraya,” ungkap Herry Fauzi.
Selama September ini, tambah Herry Fauzi memang kebanyakan titik api karhutla ini masih di kawasan yang sebelumnya terbakar.
Namun ada pula di lahan-lahan baru di kawasan permukiman warga, yang diduga sengaja dibakar lantaran ditemukan lokasi bersih bekas tebasan.
“Ada beberapa di lahan baru, ada pula memang di lokasi lama, yang harus dipantau karena api di dalam gambut belum benar-benar padam,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan, upaya pemadaman akan lahan yang terbakar sudah cukup optimal dilakukan personel lapangan dan juga relawan.
Mulai dari membuat embung secara darurat untuk mendapatkan air, juga masih menggunakan tangki-tangki mobil pemadam kebakaran untuk padamkan api yang mudai dijangkau.
Baca juga: Kualitas Udara Tak Sehat Senin 21 Agustus 2023, Karhutla di Palangkaraya Kemarin 154 Kasus Terjadi
Baca juga: Hari Ini 16 Kasus Karhutla di Palangkaraya, di Jalan Gurame Lahan Paling Luas Dibakar dengan Sengaja
“Karena potensi kering masih tinggi di Palangkaraya maka kamipun aka terus tetap siaga untuk karhutla di kota,” pungkas Herry Fauzi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/karhutla-khfhbg.jpg)