Ancaman KKB Papua Tembak Pilot Susi Air Justru Blunder, Mudahkan TNI Gelar Operasi Militer

KKB Papua mengancam menembak mati pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens yang sudah mereka sandera selama 3 bulan

Editor: Dwi Sudarlan
ISTIMEWA
Pilot Susi Air Philip Mehrtens yang masih disandera oleh anggota KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. Terakhir ada ancaman dia ditembak bila tebusan tidak dipenuhi. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAYAPURA - Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua mengancam menembak mati pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens yang sudah mereka sandera selama 3 bulan.

KKB Papua mengancam akan melakukan itu apabila permintaan tebusan uang tidak dipenuhi.

Namun, pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi justru menilai ancaman itu bisa menjadi blunder bagi KKB Papua.

Menurutnya, bila sampai KKN Papua menembak mati pilot Susi Air yang disanderanya, akan memudahkan terjadinya operasi militer oleh pemerintah Indonesia.

Baca juga: Viral, KKB Papua Pimpinan Egianus Kogoya Ancam Tembak Mati Pilot Susi Air Philip Marks Methrtens

Baca juga: Terduga Pimpinan KKB Papua Pelaku Pembunuhan Anggota TNI dan Polisi di Yahukimo Ditangkap

Baca juga: TNI Siaga 1 Antisipasi Serangan Susulan KKB Papua Usai Prajurit Praka Jamaludin Gugur Ditembak

Menurut Fahmi, tekanan dan risiko yang dihadapi TNI saat melakukan operasi militer pun bakal jauh berkurang.

"Dengan demikian, operasi akan sepenuhnya bisa dilakukan untuk menegakkan hukum terhadap para pelaku kejahatan sekaligus mengevakuasi korban," ujar Khairul Fahmi.

Fahmi menilai, pernyataan Kapuspen TNI juga merupakan sebuah penegasan terhadap KKB bahwa ancaman mereka tak bisa menekan pemerintah untuk memenuhi tuntutannya yang tidak realistis.

Menurut dia, Pemerintah Selandia Baru yang merupakan negara asal Philips pasti menyadari bahwa tidak ada satu pun negara yang mau ditekan untuk mempertaruhkan atau menggadaikan kedaulatannya.

"Apalagi, sejauh ini upaya persuasif juga telah dan terus dilakukan dengan serius," kata Fahmi.

“Menurut saya, tidak ada yang salah dengan pernyataan Kapuspen TNI. Itu bukanlah pernyataan yang reaktif, minim empati, dan gegabah," sambungnya.

Tanggapan Kapuspen TNI

Sebelumnya, Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono mengatakan, KKB pasti telah mengetahui konsekuensi jika mereka benar-benar menembak pilot Philips.

“Jika ancaman itu dilakukan, saya yakin mereka tahu konsekuensinya, utamanya dari negara pendukung kemerdekaan Papua,” kata Julius saat dihubungi, Jumat (30/6/2023).

Julius menyebutkan, apabila KKB benar-benar menembak Philips, hal itu akan memudahkan aparat dalam operasi penumpasan kelompok separatis teroris tersebut.

“Secara strategi operasi akan lebih memudahkan satgas untuk melakukan operasi,” ucap Julius.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved