Berita Kobar

BNNK Kobar Rehabilitasi 26 Pasien Pecandu Narkoba, Status PNS, Pelajar Hingga Tukang Bangunan

Sebanyak 26 orang pecandu narkoba direhabilitasi oleh BNNK Kobar selama tahun 2022, dengan status PNS, pelajar hingga tukang bangunan juga ada.

Penulis: Danang Ristiantoro | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Danang Ristiantoro
Kepala BNNK Kobar AKBP Miga Nugroho saat menyampaikan pres rilis di kantor BNNK Kobar.  

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN - Sebanyak 26 orang pecandu narkoba direhabilitasi oleh BNNK Kobar selama tahun 2022, dengan status PNS, pelajar hingga tukang bangunan juga ada.

Sebanyak 26 pasien rehabilitasi pecandu narkoba yang ditangani BNNK Kobar selama tahun 2022 tersebut juga ada yang dirujuk ke BNN pusat karena kondisi pasien parah.

Kepala BNNK Kobar AKBP Miga Nugroho menyampaikan, para pasien penyalahgunaan narkotika ini sebagian besar menjalani rawat jalan di Klinik Pratama BNNK Kobar, namun ada juga yang dirawat di Balai Besar BNN Indonesia, Lido, Bogor, Jawa Barat.

"Dari 26 pasien itu, yang paling parah kondisinya ada 3 orang. Jadi ketiga pasien ini sempat dilakukan perawatan di Balai Besar BNN Indonesia, ketiganya sudah pulang namun 1 orang meninggal dunia," kata AKBP Miga Nugroho, saat jumpa Pers di Kantot BNNK Kobar, Jumat (30/12/2022).

Dijelaskannya, dari 26 pasien tersebut diantaranya 24 orang laki - laki dan 2 orang perempuan, dengan rentan usia 10 - 15 sebanyak 2 orang, usia 21-25 sebanyak 4 orang, usai 26 - 30 sebanyak 5 orang, usia 31 - 35 sebanyak 4 orang, usia 36 - 40 sebanyak 5 orang, lalu usia 41 - 45 sebanyak 4 orang dan usai 46 - 50 sebanyak 4 orang.

Kemudian pekerjaan atau latar belakang mereka, pekerja Swasta 11 orang, Nelayan 1 orang, Petani 5 orang, PNS 1 orang dan tukang bangunan 3 orang.

"Untuk rentan usia 10 - 15 tahun tersebut, merupakan pasien yang statusnya masih pelajar," jelasnya.

Selanjutnya, sepanjang tahun 2022, BNNK Kobar melakukan upaya pemberantasan jaringan sindikat narkotika, dengan mengungkap dua kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 2 orang dengan barang bukti serbuk metamfetamina atau sabu sebanyak 24 paket dan 1 paket, dengan berat bruto sebanyak 7,18 gram dan 1,01 gram, dengan ancaman pasal 114 ayat 1 Pasal 112 ayat 1.

"Saat ini status hukumnya sudah P 21 untuk kasus 1 dan 2," tuturnya.

Terkait dengan upaya pemberantasan Narkotika, BNNK Kobar berkolaborasi dengan instansi terkait dan elemen masyarakat, melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

"Melalui program ini kita lakukan sosialisasi secara masif kepada lapisan masyarakat, termasuk para pelajar," jelasnya.

Kemudian, dalam memastikan sosialisasi P4GN tersebut, BNNK Kobar juga memanfaatkan teknologi, yaitu menggunakan media sosial. Seperti Instagram, Facebook, Twitter dan Youtube.

"Ditengah keterbatasan anggota, sarpras dan juga anggaran, Kami BNNK Kobar tetap semangat berupaya mencegah peredaran Narkoba di Bumi Marunting Batu Aji," pungkasnya. (Danang Ristiantoro)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved