Berita Kalbar

Pegawai LPSE Ketapang Jadi Tersangka, Diduga Memeras Sejumlah Kontraktor, 12 Saksi Diperiksa

Seorang pegawai di kantor Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Ketapang, beurursan dengan polisi.

Editor: Fathurahman
ILUSTRASI
ILUSTRASI. Seorang pegawai di kantor Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Ketapang, beurursan dengan polisi, karena diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah kontraktor atau rekanan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PONTIANAK -Seorang pegawai di kantor Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Ketapang, beurursan dengan polisi.

Dia ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan pemerasan terhadap sejmlah rekanan yang melakukan proses pelelangan di LPSE.

Dalam melakukan penyidikan terkait kasus tersebut, pihak kepolisian Polda Kalbar telah memeriksa sejumlah saksi.

Penyidik Polda Kalbar sudah menetapkan pegawai kantor Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Ketapang tersebut sebagai tersangka atas pemerasan kepada sejumlah Kontraktor.

Sebelumnya, tim dari Polda Kalbar mengamankan sejumlah orang dari kantor LPSE Kabupaten Ketapang atas dugaan tindak pidana.

Baca juga: Mayat Anak Laki-laki Mengapung di Sungai Kelayan Banjarmasin, Ditemukan Warga Melintas Jembatan

Baca juga: Hadiri Wisuda Untama Pangkalan Bun, Pj Bupati Kobar Berharap Wisudawan Memiliki Daya Saing

Baca juga: Bocoran UMK Kobar 2023, Disnaker Sebut Kenaikan Cukup Tinggi, Besok Rapat Dewan Pengupahan

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Raden Petit Wijaya menyampaikan dari hasil penyelidikan kepolisian telah menetapkan satu orang sebagai tersangka atas kasus tersebut.

"Kasus LPSE Kabupaten Ketapang tersangka satu orang berinisial SB, dan saat ini masih P19," ujar Kombespol Raden Petit Wijaya, Rabu 30 November 2022.

Dalam kasus tersebut ia mengatakan kepolisian telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi.

Dari hasil pemeriksaan, Kombes Raden Petir mengungkapkan bahwa tersangka melakukan pemerasan dengan meminta uang kepada kontraktor dengan ancaman akan mempersulit mendapatkan proyek bila tidak menyerahkan uang.

"Dalam kasus ini tidak ada kerugian negara, kasusnya pemerasan, Modusnya memeras meminta uang ke kontraktor, dengan ancaman kedepannya akan dipersulit jika tidak memberikan uang," jelasnya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Peras Kontraktor, 1 Pegawai LPSE Ketapang Ditetapkan Sebagai Tersangka

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved